Hari ini, kami mengenang kepergianmu
Hari ini, kami menolak melupakanmu
Hari ini, kami melakukan aksi untukmu
Hari ini.....
Hari ini dan hari ini.....
Kita semua masih berdiri menentang ketidakadilan
Kita semua masih saja merasa ketakutan
Kita semua masih mencari harapan
Esok hari, mereka mencoba mengintimidasi
Esok hari, mereka mencoba melupakan
Esok hari, mereka mencoba memusnahkan
Esok hari.....
Esok hari dan esok hari.....
Kita akan tenggelam dalam angan
Kita akan kembali dalam khayalan
Kita semua akan mati.....entah kapan
Hari ini atau esok.....Kita tak tau pasti
Hanya satu yang pasti....Teruslah Bertahan......!!!
Jogja, 30 Agustus 2012
Bagi saya 'tempat sampah' ini tempat untuk membuang segala keluh-kesah yg selalu resah di dalam pikiran, terkadang kita menemukan barang yang baik dalam sebuah tempat sampah entah karena terbuang atau sengaja dibuang oleh si pemiliknya. Maka semoga di dalam 'tempat sampah' ini anda pun menemukan hal sebagaimana barang yg baik bagi anda yg sengaja kubuang atau memang terbuang olehku.....Selamat mengorek-ngorek isi 'Tempat Sampah' ini...!!!
Kamis, 30 Agustus 2012
Selasa, 08 Mei 2012
Jogjanesia Views: Angkringan=Jogja
Jogjanesia Views: Angkringan=Jogja: Foto dipinjam dari Yogyes.com Gerobak beratap terpal ini ada di tiap sudut kota Jogja, siang maupun malam. Ada banyak orang mengerubungin...
Minggu, 06 November 2011
Burungku Sedang Sakit
Garudaku kini tak lagi tajam menatap, kepak sayapnya pun tak segagah dulu.
Cakarnya yg kokoh kini mulai rapuh, tak mampu lagi menggenggam secarik tulisan itu.
Orang-orang pun perlahan memalingkan wajah darimu, kini gambarmu pun tak lagi menghiasi setiap rumah mereka.
Janganlah bersedih hai garudaku, kau masih ada disetiap hati berjuta-juta rakyatmu yang sejak dulu tak pernah merasakan kemakmuran dan keadilan dari negeri yang kaya akan sumber daya alam ini.
Mari kita tunjukkan pada dunia bahwa, sebenarnya kita mampu...!!!!
Biar mereka tahu bahwa sesungguhnya masyarakat yang adil dan beradab itu adalah kita. Bukan Mereka, bukan pula barat atau timur. Sesungguhnya yang mereka tunjuk barat itu adalah timur terjauh dan barat yang kita agung-agungkan adalah timur terjauh juga. masihkah kita bangga akan barat? sedangkan mereka selalu membunuh siapapun yang menguak kebenaran karena sesungguhnya mereka takut kejahatannya pun akan terkuak pula setelahnya. Seperti nasib seorang galileo yang mati hanya karena membuktikan bahwa dunia ini bulat yang sesungguhnya bila kita menelusuri jalan ke arah barat kita akan kembali ke timur. seperti lingkaran dimana titik awal sama dengan titik akhir.
Bila saja negeri yang makmur ini mau pelit mereka akan kelaparan baik itu eropa maupun amerika, terlebih afrika. Sejarah mencatat sejak dulu negeri ini telah menjadi ajang perebutan bangsa-bangsa kapitalis dan imperialis karena mereka berusaha menguasai sumber daya alam yang tak ada duanya di belahan dunia manapun. Sejak tahun 1800-an hingga kini mereka masih ingin menjajah bangsa ini dengan dalih apapun...!!!
lihat saja sekeliling kita mereka telah menancapkan kuku-kuku mereka di Malaysia, Singapura, Philipina, Australia bahkan Timor Leste yang dahulu bagian dari negeri ini kini telah mereka kuasai. Sebaiknya kita kembali memaknai dalam-dalam arti dari "Bhineka Tunggal Ika" dan mulai mengaplikasikan ke bentuk yang nyata dalam hidup kita.
Bukankah para pendiri republik ini mengatakan "Proklamasi kemerdekaan hanyalah sebuah jembatan dari kemerdekaan yang sesungguhnya yaitu kerakyatan yang adil, makmur dan sejahtera" kemerdekaan yang sesungguhnya belum kita raih. Kemerdekaan yang masih jauh dari harapan dan impian para pejuang yang telah gugur demi mempertahankan bangsa ini dari para penjajah. Kini, jembatan yang telah dibangun mulai rapuh dan goyang dimakan zaman. Kini kita semua ikut merapuhkan jembatan itu secara perlahan dan pasti tanpa kita sadari dengan mengalihkan wajah kita yang tak mengetahui bahwa burung kita sedang sakit komplikasi yang takkan kita ketahui hanya dengan memandang gambarnya yg terlihat masih kokoh.
Didadanya pun masih menempel erat simbol-simbol kekayaan negeri ini yang sedang digerogoti oleh kaum kapitalis dari dalam sehingga kita hanya menyaksikan luarnya saja yg utuh sedang dalamnya telah keropos.
Penjajah itu telah berganti wajah dengan menggunakan sebagian pribumi yang mau dijadikan kedok bagi keserakahan perbuatan mereka.
Kini mereka sedang mencoba melerai huruf per-huruf dari kalimat sakti yang selama ini dipegang erat genggaman cakarnya yg tajam....
Burungku semoga kau cepat sembuh........
Cakarnya yg kokoh kini mulai rapuh, tak mampu lagi menggenggam secarik tulisan itu.
Orang-orang pun perlahan memalingkan wajah darimu, kini gambarmu pun tak lagi menghiasi setiap rumah mereka.
Janganlah bersedih hai garudaku, kau masih ada disetiap hati berjuta-juta rakyatmu yang sejak dulu tak pernah merasakan kemakmuran dan keadilan dari negeri yang kaya akan sumber daya alam ini.
Mari kita tunjukkan pada dunia bahwa, sebenarnya kita mampu...!!!!
Biar mereka tahu bahwa sesungguhnya masyarakat yang adil dan beradab itu adalah kita. Bukan Mereka, bukan pula barat atau timur. Sesungguhnya yang mereka tunjuk barat itu adalah timur terjauh dan barat yang kita agung-agungkan adalah timur terjauh juga. masihkah kita bangga akan barat? sedangkan mereka selalu membunuh siapapun yang menguak kebenaran karena sesungguhnya mereka takut kejahatannya pun akan terkuak pula setelahnya. Seperti nasib seorang galileo yang mati hanya karena membuktikan bahwa dunia ini bulat yang sesungguhnya bila kita menelusuri jalan ke arah barat kita akan kembali ke timur. seperti lingkaran dimana titik awal sama dengan titik akhir.
Bila saja negeri yang makmur ini mau pelit mereka akan kelaparan baik itu eropa maupun amerika, terlebih afrika. Sejarah mencatat sejak dulu negeri ini telah menjadi ajang perebutan bangsa-bangsa kapitalis dan imperialis karena mereka berusaha menguasai sumber daya alam yang tak ada duanya di belahan dunia manapun. Sejak tahun 1800-an hingga kini mereka masih ingin menjajah bangsa ini dengan dalih apapun...!!!
lihat saja sekeliling kita mereka telah menancapkan kuku-kuku mereka di Malaysia, Singapura, Philipina, Australia bahkan Timor Leste yang dahulu bagian dari negeri ini kini telah mereka kuasai. Sebaiknya kita kembali memaknai dalam-dalam arti dari "Bhineka Tunggal Ika" dan mulai mengaplikasikan ke bentuk yang nyata dalam hidup kita.
Bukankah para pendiri republik ini mengatakan "Proklamasi kemerdekaan hanyalah sebuah jembatan dari kemerdekaan yang sesungguhnya yaitu kerakyatan yang adil, makmur dan sejahtera" kemerdekaan yang sesungguhnya belum kita raih. Kemerdekaan yang masih jauh dari harapan dan impian para pejuang yang telah gugur demi mempertahankan bangsa ini dari para penjajah. Kini, jembatan yang telah dibangun mulai rapuh dan goyang dimakan zaman. Kini kita semua ikut merapuhkan jembatan itu secara perlahan dan pasti tanpa kita sadari dengan mengalihkan wajah kita yang tak mengetahui bahwa burung kita sedang sakit komplikasi yang takkan kita ketahui hanya dengan memandang gambarnya yg terlihat masih kokoh.
Didadanya pun masih menempel erat simbol-simbol kekayaan negeri ini yang sedang digerogoti oleh kaum kapitalis dari dalam sehingga kita hanya menyaksikan luarnya saja yg utuh sedang dalamnya telah keropos.
Penjajah itu telah berganti wajah dengan menggunakan sebagian pribumi yang mau dijadikan kedok bagi keserakahan perbuatan mereka.
Kini mereka sedang mencoba melerai huruf per-huruf dari kalimat sakti yang selama ini dipegang erat genggaman cakarnya yg tajam....
Burungku semoga kau cepat sembuh........
Selasa, 31 Mei 2011
Beragam Ide Penulisan Cerpen
Semua orang pasti pernah membaca sebuah cerpen. Anda dapat menemukan cerpen di media cetak,
seperti koran dan majalah. Bahkan, Anda memiliki sebuah buku kumpulan cerpen dari pengarang
yang menjadi idola Anda.
Bagi sebagian orang, membaca cerpen memang merupakan bagian dari kegiatan dalam mengisi
waktu luang atau santai. Akan tetapi, pernahkah terbesit dalam hati Anda untuk menulis
cerpen sendiri?
Menulis memang sebuah kegiatan yang susah-susah gampang. Apalagi dalam menulis cerpen.
Salah satu kendala dalam menulis cerpen adalah menentukan ide penulisan cerpen (ide
cerita). Ide cerita untuk menulis cerpen sangat banyak. Ide itu bisa Anda dapatkan dalam
sekali duduk. Anda dapat menemukan ide melalui cara-cara berikut ini.
Pengalaman Pribadi
Ide penulisan cerpen dapat diambil dari pengalaman pribadi. Coba ingat-ingat kembali
pengalaman yang pernah Anda alami. Pengalaman masa kecil atau pengalaman setelah dewasa,
baik pengalaman yang menyenangkan maupun yang menyedihkan.
Bisa juga dengan pengalaman unik dan lucu yang pernah Anda alami. Misalnya, Anda salah
memakai kostum saat menghadiri acara pesta pernikahan atau acara-acara resmi lainnya.
Kemudian, untuk menutupi rasa malu, Anda melakukan sebuah tindakan yang bisa menutupi rasa
malu Anda.
Pengalaman Orang Lain
Seperti halnya pengalaman pribadi, pengalaman orang lain dapat dijadikan ide penulisan
cerpen. Coba Anda tanya orang-orang terdekat, seperti saudara atau teman, apakah mereka
memiliki pengalaman yang unik, lucu, menyedihkan, atau menyenangkan. Kadang, pengalaman
orang lain lebih menarik atau lebih tragis daripada pengalaman pribadi atau sebaliknya.
Peristiwa di Sekitar
Coba amati lingkungan sekitar Anda, seperti di rumah, tetangga, jalan raya, lapangan bola,
pasar, sekolah, kantor, dan lain-lain. Ide kadang muncul dari hal-hal kecil yang sederhana.
Namun, dari ide kecil tersebut dapat berkembang menjadi sebuah cerita yang luar biasa.
Dengan mengamati lingkungan sekitar, Anda sekaligus dapat mengamati berbagai karakter
orang. Hal ini berguna untuk menentukan watak atau karakter tokoh yang ada dalam cerpen.
Coba Anda amati bagaimana karakter seorang guru, pedagang bakso, dan lain-lain.
Menuangkan Ide
Setelah ide penulisan cerita ditentukan, mulailah menulis. Apa yang harus pertama ditulis?
Tuliskanlah kata pertama yang ada di pikiran Anda yang berkaitan dengan ide cerita.
Tuliskan saja apa yang ada di pikiran Anda apa adanya. Jangan takut salah dengan susunan
kalimat, yang penting Anda mampu menuliskan satu paragraf terlebih dahulu. Tuliskan apa
yang Anda ingat saat peristiwa atau pengalaman itu terjadi. Tuliskan rangkaian demi
rangkaian peristiwa yang pernah Anda alami.
Setelah mampu menuliskan rangkaian peristiwa, coba Anda tentukan siapa tokoh dan bagaimana
karakternya. Apakah tokoh yang ada dalam cerita itu Anda atau orang lain?
Biasanya, tokoh dalam sebuah cerpen tidak banyak, bahkan bisa hanya ada satu tokoh. Kenali
tokoh utama dengan baik. Munculkan karakter tokoh dengan watak biasa atau luar biasa sesuai
dengan kebutuhan dalam cerita. Watak tokoh bisa bersifat protagonis atau antagonis.
Meskipun ide penulisan cerpen diambil dari kisah nyata Anda atau orang lain, Anda bebas
menentukan atau mengubah cerita selanjutnya.
Selanjutnya, munculkan konflik yang akan dihadapi tokoh. Buatlah konflik dalam sebuah
cerpen yang sederhana dan ringan. Jika perlu, berikan kejutan-kejutan menarik dalam
konflik. Akhiri cerita dengan ending yang mengejutkan pula agar cerita yang Anda buat
berkesan bagi pembaca.
Tentunya, kemampuan setiap orang berbeda dalam meramu sebuah ide cerita. Salah satu cara
terbaik agar mampu meramu ide cerita menjadi sebuah cerpen adalah dengan banyak berlatih
dan berlatih.
Lakukan langkah tersebut terus menerus agar Anda terbiasa menulis. Semakin rajin Anda
berlatih, keterampilan menulis Anda akan terasah dengan baik. Untuk gaya penulisan, Anda
dapat meniru atau belajar dari pengarang cerpen yang terkenal. Selanjutnya, Anda harus
memiliki gaya penulisan sendiri yang bisa menjadi ciri khas Anda dalam penulisan cerpen.
Tips menuangkan ide penulisan cerpen dari pengalaman pribadi atau kisah nyata
* Pilih pengalaman atau kisah nyata yang paling berkesan.
* Pilih bagian penting dari pengalaman atau kisah tersebut.
* Gali dan kembangkan bagian tersebut sesuai selera Anda.
* Munculkan kejutan-kejutan menarik.
* Menulislah dengan santai tanpa beban.
Selamat mencoba!
sumber; http://www.anneahira.com/
seperti koran dan majalah. Bahkan, Anda memiliki sebuah buku kumpulan cerpen dari pengarang
yang menjadi idola Anda.
Bagi sebagian orang, membaca cerpen memang merupakan bagian dari kegiatan dalam mengisi
waktu luang atau santai. Akan tetapi, pernahkah terbesit dalam hati Anda untuk menulis
cerpen sendiri?
Menulis memang sebuah kegiatan yang susah-susah gampang. Apalagi dalam menulis cerpen.
Salah satu kendala dalam menulis cerpen adalah menentukan ide penulisan cerpen (ide
cerita). Ide cerita untuk menulis cerpen sangat banyak. Ide itu bisa Anda dapatkan dalam
sekali duduk. Anda dapat menemukan ide melalui cara-cara berikut ini.
Pengalaman Pribadi
Ide penulisan cerpen dapat diambil dari pengalaman pribadi. Coba ingat-ingat kembali
pengalaman yang pernah Anda alami. Pengalaman masa kecil atau pengalaman setelah dewasa,
baik pengalaman yang menyenangkan maupun yang menyedihkan.
Bisa juga dengan pengalaman unik dan lucu yang pernah Anda alami. Misalnya, Anda salah
memakai kostum saat menghadiri acara pesta pernikahan atau acara-acara resmi lainnya.
Kemudian, untuk menutupi rasa malu, Anda melakukan sebuah tindakan yang bisa menutupi rasa
malu Anda.
Pengalaman Orang Lain
Seperti halnya pengalaman pribadi, pengalaman orang lain dapat dijadikan ide penulisan
cerpen. Coba Anda tanya orang-orang terdekat, seperti saudara atau teman, apakah mereka
memiliki pengalaman yang unik, lucu, menyedihkan, atau menyenangkan. Kadang, pengalaman
orang lain lebih menarik atau lebih tragis daripada pengalaman pribadi atau sebaliknya.
Peristiwa di Sekitar
Coba amati lingkungan sekitar Anda, seperti di rumah, tetangga, jalan raya, lapangan bola,
pasar, sekolah, kantor, dan lain-lain. Ide kadang muncul dari hal-hal kecil yang sederhana.
Namun, dari ide kecil tersebut dapat berkembang menjadi sebuah cerita yang luar biasa.
Dengan mengamati lingkungan sekitar, Anda sekaligus dapat mengamati berbagai karakter
orang. Hal ini berguna untuk menentukan watak atau karakter tokoh yang ada dalam cerpen.
Coba Anda amati bagaimana karakter seorang guru, pedagang bakso, dan lain-lain.
Menuangkan Ide
Setelah ide penulisan cerita ditentukan, mulailah menulis. Apa yang harus pertama ditulis?
Tuliskanlah kata pertama yang ada di pikiran Anda yang berkaitan dengan ide cerita.
Tuliskan saja apa yang ada di pikiran Anda apa adanya. Jangan takut salah dengan susunan
kalimat, yang penting Anda mampu menuliskan satu paragraf terlebih dahulu. Tuliskan apa
yang Anda ingat saat peristiwa atau pengalaman itu terjadi. Tuliskan rangkaian demi
rangkaian peristiwa yang pernah Anda alami.
Setelah mampu menuliskan rangkaian peristiwa, coba Anda tentukan siapa tokoh dan bagaimana
karakternya. Apakah tokoh yang ada dalam cerita itu Anda atau orang lain?
Biasanya, tokoh dalam sebuah cerpen tidak banyak, bahkan bisa hanya ada satu tokoh. Kenali
tokoh utama dengan baik. Munculkan karakter tokoh dengan watak biasa atau luar biasa sesuai
dengan kebutuhan dalam cerita. Watak tokoh bisa bersifat protagonis atau antagonis.
Meskipun ide penulisan cerpen diambil dari kisah nyata Anda atau orang lain, Anda bebas
menentukan atau mengubah cerita selanjutnya.
Selanjutnya, munculkan konflik yang akan dihadapi tokoh. Buatlah konflik dalam sebuah
cerpen yang sederhana dan ringan. Jika perlu, berikan kejutan-kejutan menarik dalam
konflik. Akhiri cerita dengan ending yang mengejutkan pula agar cerita yang Anda buat
berkesan bagi pembaca.
Tentunya, kemampuan setiap orang berbeda dalam meramu sebuah ide cerita. Salah satu cara
terbaik agar mampu meramu ide cerita menjadi sebuah cerpen adalah dengan banyak berlatih
dan berlatih.
Lakukan langkah tersebut terus menerus agar Anda terbiasa menulis. Semakin rajin Anda
berlatih, keterampilan menulis Anda akan terasah dengan baik. Untuk gaya penulisan, Anda
dapat meniru atau belajar dari pengarang cerpen yang terkenal. Selanjutnya, Anda harus
memiliki gaya penulisan sendiri yang bisa menjadi ciri khas Anda dalam penulisan cerpen.
Tips menuangkan ide penulisan cerpen dari pengalaman pribadi atau kisah nyata
* Pilih pengalaman atau kisah nyata yang paling berkesan.
* Pilih bagian penting dari pengalaman atau kisah tersebut.
* Gali dan kembangkan bagian tersebut sesuai selera Anda.
* Munculkan kejutan-kejutan menarik.
* Menulislah dengan santai tanpa beban.
Selamat mencoba!
sumber; http://www.anneahira.com/
Langkah-Langkah Menulis Cerpen
Setiap kali hendak melakukan sesuatu, Anda pasti membutuhkan rencana dan menyiapkan
langkah-langkah tertentu. Hendak memasak, misalnya. Pertama-tama Anda harus mempunyai
rencana, apa yang akan dimasak. Tanpa rencana akan memasak apa, bisa-bisa Anda hanya akan
kebingungan di dapur.
Demikian juga jika Anda ingin menulis cerpen. Beberapa penulis memang bisa langsung menulis
cerpen tanpa persiapan apa-apa. Biasanya penulis seperti ini sudah mempunyai jam terbang
yang tinggi dan memiliki disiplin dalam menulis.
Pada penulis seperti ini, langkah-langkah menulis cerpen seolah sudah menjadi bagian tak
terpisahkan dari dirinya. Keluar dan mengalir begitu saja. Akan tetapi, untuk sampai pada
tingkatan itu membutuhkan jam terbang dan disiplin yang tinggi dalam menulis.
Bagaimana jika Anda termasuk penulis pemula? Bagaimana jika Anda sering mengalami kesulitan
untuk menulis? Adakah langkah-langkah menulis cerpen yang dapat diikuti?
Langkah-langkah Menulis Cerpen
Berminat menulis cerpen? Mari mulai menelisik langkah-langkah menulis cerpen,
* Siapkan tema
Anda bisa memilih tema persahabatan, percintaan, misteri, dan lain-lain. Menulis
tanpa berpegang pada satu tema bisa-bisa hanya akan membuat Anda duduk kebingungan di depan
komputer dan membuang waktu dengan percuma.
* Tentukan jenis cerpenCerpen seperti apa yang ingin ditulis? Cerpen horor, komedi,
drama, romantis, misteri, religi, atau drama komedi? Jika sejak awal Anda sudah menentukan
akan membuat cerpen komedi, misalnya, fokuslah untuk menulis cerpen yang benar-benar lucu,
bukan lucu yang nanggung.
* Tentukan segmenPastikan dulu apakah Anda akan menulis cerpen anak, remaja, atau
dewasa. Menulis cerpen untuk anak-anak jelas tak sama dengan menulis cerpen untuk remaja,
apalagi untuk dewasa.
* Tentukan tokohSiapa yang akan menjadi tokoh utama dalam cerpen Anda? Siapkan nama-
nama tokoh utama dan beri karakter untuk setiap tokoh utama.
* Tentukan konflikCerpen tanpa konflik tentu akan hambar, tak ada gregetnya. Jadi,
siapkan konflik. Konflik ini bisa muncul di tengah-tengah cerita, bisa pula langsung
menggebrak di awal cerita.
* Tentukan penyelesaian (ending) ceritaKalau kata grup band Armada, "Mau dibawa ke mana
hubungan kita...". Begitu juga dengan menulis cerpen. Mau dibawa ke mana cerpen yang akan
Anda tulis? Ke akhir yang bahagia (happy ending), akhir yang menyedihkan (sad ending), atau
akhir yang menggantung (hanging ending)?
* Tentukan judulJangan lupa, pilih judul yang singkat namun dapat menggambarkan isi
cerpen yang ditulis. Tak masalah jika Anda menentukan judul ini belakangan atau bahkan
ketika cerpen telah selesai ditulis. Tapi ingat, jangan sampai melakukan kesalahan fatal
dengan tidak mencantumkan judul cerita!
Langkah-langkah menulis cerpen yang juga penting adalah menentukan majalah yang menjadi
sasaran. Langkah ini perlu diambil jika Anda berencana mengirimkan cerpen ke majalah,
karena setiap majalah memiliki style dan segmen pembaca yang khas.
sumber: http://www.anneahira.com/
langkah-langkah tertentu. Hendak memasak, misalnya. Pertama-tama Anda harus mempunyai
rencana, apa yang akan dimasak. Tanpa rencana akan memasak apa, bisa-bisa Anda hanya akan
kebingungan di dapur.
Demikian juga jika Anda ingin menulis cerpen. Beberapa penulis memang bisa langsung menulis
cerpen tanpa persiapan apa-apa. Biasanya penulis seperti ini sudah mempunyai jam terbang
yang tinggi dan memiliki disiplin dalam menulis.
Pada penulis seperti ini, langkah-langkah menulis cerpen seolah sudah menjadi bagian tak
terpisahkan dari dirinya. Keluar dan mengalir begitu saja. Akan tetapi, untuk sampai pada
tingkatan itu membutuhkan jam terbang dan disiplin yang tinggi dalam menulis.
Bagaimana jika Anda termasuk penulis pemula? Bagaimana jika Anda sering mengalami kesulitan
untuk menulis? Adakah langkah-langkah menulis cerpen yang dapat diikuti?
Langkah-langkah Menulis Cerpen
Berminat menulis cerpen? Mari mulai menelisik langkah-langkah menulis cerpen,
* Siapkan tema
Anda bisa memilih tema persahabatan, percintaan, misteri, dan lain-lain. Menulis
tanpa berpegang pada satu tema bisa-bisa hanya akan membuat Anda duduk kebingungan di depan
komputer dan membuang waktu dengan percuma.
* Tentukan jenis cerpenCerpen seperti apa yang ingin ditulis? Cerpen horor, komedi,
drama, romantis, misteri, religi, atau drama komedi? Jika sejak awal Anda sudah menentukan
akan membuat cerpen komedi, misalnya, fokuslah untuk menulis cerpen yang benar-benar lucu,
bukan lucu yang nanggung.
* Tentukan segmenPastikan dulu apakah Anda akan menulis cerpen anak, remaja, atau
dewasa. Menulis cerpen untuk anak-anak jelas tak sama dengan menulis cerpen untuk remaja,
apalagi untuk dewasa.
* Tentukan tokohSiapa yang akan menjadi tokoh utama dalam cerpen Anda? Siapkan nama-
nama tokoh utama dan beri karakter untuk setiap tokoh utama.
* Tentukan konflikCerpen tanpa konflik tentu akan hambar, tak ada gregetnya. Jadi,
siapkan konflik. Konflik ini bisa muncul di tengah-tengah cerita, bisa pula langsung
menggebrak di awal cerita.
* Tentukan penyelesaian (ending) ceritaKalau kata grup band Armada, "Mau dibawa ke mana
hubungan kita...". Begitu juga dengan menulis cerpen. Mau dibawa ke mana cerpen yang akan
Anda tulis? Ke akhir yang bahagia (happy ending), akhir yang menyedihkan (sad ending), atau
akhir yang menggantung (hanging ending)?
* Tentukan judulJangan lupa, pilih judul yang singkat namun dapat menggambarkan isi
cerpen yang ditulis. Tak masalah jika Anda menentukan judul ini belakangan atau bahkan
ketika cerpen telah selesai ditulis. Tapi ingat, jangan sampai melakukan kesalahan fatal
dengan tidak mencantumkan judul cerita!
Langkah-langkah menulis cerpen yang juga penting adalah menentukan majalah yang menjadi
sasaran. Langkah ini perlu diambil jika Anda berencana mengirimkan cerpen ke majalah,
karena setiap majalah memiliki style dan segmen pembaca yang khas.
sumber: http://www.anneahira.com/
Dasar-Dasar Menulis Esai
Menulis sebuah esai atau makalah, tanpa mempedulikan topiknya, adalah sebuah proses:
Bangun dan definisikan topikmu
Tuliskan tema atau topik utama esaimu dalam satu atau dua kalimat paling banyak.
* Tentukan pembaca esaimu
Apakah yang membaca esaimu adalah dosen yang memberi nilai atau asisten dosen?
Teman sekelasmu yang akan memberikan kritikan? Sekelompok profesional untuk review?
Sekelompok profesional untuk review?
Ingatlah akan pembaca ini selama kamu menulis esai
* Rencanakan kurun waktu
Buat suatu kurun waktu penulisan esai, dan antisipasi adanya perkembangan topik
esaimu dan revisi. Seringkali suatu esai yang sempurna adalah esai yang direvisi setelah
selesai dibuat.
* Kumpulkan bahan-bahan
Orang: dosen, asisten dosen, pustakawan, ahli dalam bidang, profesional
Referensi: buku teks, rekomendasi kerja, web site, majalah, buku harian, laporan
profesional
* Riset: baca, wanwancara, eksperimen, kumpul data-data, dll. dan catat selengkap
mungkin. Gunakan kartu indek atau word processing.
* Organisasi catatanmu dengan menulis dahulu di kertas lain:
fokus pada bebas menulis, petaan, and/atau garis besarnya.
* Buatlah esai pertamamu (rough draft)
Tentukan bagaimana kamu mengembangkan argumentasi: Gunakan logika yang baik dalam
argumentasi untuk membantu mengembangkan tema dan/atau mendukung tema. Apakah kamu akan
membuat perbandingan atau definisi? Apakah kamu akan mengfritik atau menjelaskan? Lihat
definisi istilah-istilah esai di situs Pedoman Belajar.
Paragraf pertama
* Kenalkan topikmu!
* Beritahukan pandanganmu kepada pembaca!
* Rangsang pembaca menyelesaikan membaca esaimu!
* Fokuskan pada tiga poin untuk kemudian
Paragraf pertama biasanya paling sulit dikerjakan. Bila kamu menemui masalah, biarkanlah
dan usahakan untuk menulisnya ulang nanti, bahkan setelah kamu selesai mengerjakan paragraf
terakhir. Akan tetapi perlu diingat bahwa paragraf pertamalah yang menarik perhatian
pembaca ke topik dan pendapatmu, serta penting untuk membuat mereka membaca esaimu sampai
selesai.he first paragraph is often the most difficult to write.
Isi Esai
* Bangunlah alur isi esai dari satu paragraf ke paragraf yang lainnya
* Kalimat transisi, klausa, atau kata-kata pada awal paragraf menghubungkan ide
pikiran ke ide lainnya.(Lihatlah kata & frasa transisi)
* Kalimat-kalimat pokok, juga terdapat pada awal setiap paragraf, menjelaskan ide
yang termuat di dalamnya sesuai dengan konteks esai keseluruhan.
* Hindari satu atau dua paragraf yang mungkin menunjukkan kurang dikembangkannya
poinmu.
* Tulis dengan kalimat-kalimat aktif
* "Panitia Akademis memutuskan ..." bukan "Telah diputuskan oleh ..."
* Hindari pemakaian kata kerja "menjadi" untuk presentasi yang jelas, dinamis dan
efektif.
(Hindari pemakaian kata kerja "menjadi" dan presentasimu efektif, jelas dan
dinamis.)
* Menghindari "menjadi" berarti penggunaan kalimat pasif akan berkurang.
* Gunakan kutipan untuk mendukung pandanganmu
* Kutiplah dan jelaskan secara tepat setiap ungkapan yang dipakai.
* Gunakan kutipan dengan gaya blok atau indented secara terpisah karena mereka
dapat merusak alur isi esaimu.
* Buktikan setiap poin pendapatmu secara berkesinambungan dari awal sampai akhir esai
* Jangan meninggalkan fokus utama esaimu.
* Jangan langsung meringkas pada isi esaimu. Tunggu sampai pada paragraf
kesimpulan.
Kesimpulan
* Baca paragraf pertama dan isi esaimu dulu
* Ringkas, kemudian simpulkan argumentasimu
* Tinjau kembali (sekali lagi) pada paragraf pertama sekaligus isi esai. Apakah
paragraf terakhir:
* menyatakan ulang tema utama secara singkat?
* merefleksikan keberhasilan dan pentingnya argumentasi yang ada pada isi esai?
* menyimpulkan isi esai secara logika?
Edit/tulis ulang paragraf pertama
Hal ini dapat membuat isi dan kesimpulan esaimu lebih baik.
Ambil satu atau dua hari libur!
Baca kembali esaimu dengan pikiran yang segar dan pensil yang runcing
Edit, koreksi dan tulis ulang bila diperlukan
Kumpulkan esaimu
Rayakan pekerjaan yang telah kamu selesaikan dengan baik (kamu harus percaya ini!).
Kalimat terakhir di atas ini sangat penting.
(Sebagian diadaptasi dengan ijin dari K. Austin Kerr, Some Tips on Writing Papers for
History Courses, Ohio State University.)
Kata & Frasa Transisi
Menggunakan kata dan frasa transisi menunjukkan hubungan antar ide dan membuat makalah
mudah dimengerti.
Makalah yang idenya saling berkaitan memudahkan pembaca mengikuti dari poin pertama sampai
terakhir.
Transisi menunjukkan hubungan, baik dari kalimat yang satu ke kalimat yang lain, atau dari
paragraf yang satu ke paragraf yang lain. Hal ini memang tampak seperti daftar "hubungan"
yang mungkin dimiliki oleh ide-ide yang ada, diikuti oleh daftar kata dan frasa "transisi"
yang mana menghubungkan ide-ide tersebut.
Tambahan:
juga, di samping itu, selanjutnya, sebagai tambahan, lagipula, lagi
Akibat:
demikian, hasilnya, akibatnya, jadi, kalau tidak, maka, oleh karena itu, demikianlah,
setelah itu
Ringkasan:
bagaimanapun, bagaimanapun juga, setelah dipertimbangkan semuanya, singkatnya, ringkasnya,
sebagai penutup, pada umumnya, akhirnya, jelasnya
Penyamarataan:
sesuai peraturan, biasanya, seperti biasanya, umumnya, pada umumnya, kebanyakan
Uraian baru:
pada intinya, dengan kata lain, yakni, yaitu, singkatnya, ringkasnya
Perbedaan dan perbandingan:
bedanya, begitu pula, sebaliknya, malahan, demikian juga, di satu sisi, pada sisi lainnya,
agaknya, sama halnya, tetapi, akan tetapi, bagaimanapun juga, namun
Rangkaian:
mula-mula, awalnya, pada awalnya, permulaannya, pada waktu yang sama, mulai sekarang, untuk
sementara ini, selanjutnya, saat ini, berikutnya, nantinya, sementara itu, kemudian,
segera, sebelumnya, sesudahnya, secara serentak, sebagai penutup
Pengalihan:
omong-omong, sambil lalu
Ilustrasi:
misalnya, contohnya, seperti
Persamaan:
demikian juga, sama dengan, lagipula
Arahan:
di sini, di sana, melebihi, hampir, berhadapan, di bawah, di atas, ke kiri, ke kanan, di
kejauhan sana
Esai yang terdiri dari lima paragraf sering digunakan sebagai tes untuk melihat kemampuan
menulis seseorang dalam jangka waktu tertentu.
Memulai berarti mengorganisasi dulu:
latihan merupakan faktor yang vital untuk menulis secara efektif.
Analisa Tugas
dan tentukan mana yang diperlukan. Dengan spidol warna, tandai kata-kata penting yang
mewakili topik esai, kemudian organisasikan rencanamu.
Misalnya kamu diberi tugas esai seperti ini:
Kamu mendapatkan hadiah yang sangat berkesan. Hadiah ini mungkin diberikan untuk
memperingati peristiwa khusus atau diberikan tanpa alasan sama sekali. Jelaskan tentang
hadiah tersebut dan mengapa sangat berkesan. Berikan alasan-alasannya, deskripsi hadiah,
dan bagaimana perasaanmu ketika menerimanya.
Tujuan tugas ini adalah untuk menulis sebuah esai naratif tentang hadiah yang kamu terima.
Subyeknya tentang hadiah yang berkesan
Tiga subtopik utamanya:
* alasan hadiah ini diberikan
* deskripsi hadiah
* dan bagaimana perasaanmu ketika menerimanya
Kerangka Karangan Lima Paragraf
Esaimu akan terdiri dari elemen-elemen berikut:
Paragraf Pembukan
Kalimat Topik Utama:: hadiah yang berkesan
Subtopic Pertama: alasan hadiah diberikan
Subtopic Two: deskripsi hadiah
Subtopic Three: perasaanmu ketika menerimanya
(Transisi)
Paragraf Isi Pertama
Tulis ulang Subtopik Pertama
Detil-detil yang mendukung/contoh
Transisi
Paragraf Isi Kedua
Tulis ulang Subtopik Kedua
Detil-detil yang mendukung/contoh
Transisi
Paragraf Isi Ketiga
Tulis ulang Subtopik Ketiga
Detil-detil yang mendukung/contoh
Transisi
Paragraf Penutup/Ringkasan
Sintesa dan kesimpulan esai dengan menyebutkan ulang topik serta subtopiknya.
Tulislah esainya!
Pikirkan yang kecil dulu, baru kemudian bangunlah esai tersebut setahap demi setahap.
Pisahkan esaimu menjadi bagian-bagian dan kembangkan secara terpisah.
Paragraf Pembuka
* Paragraf pembuka menetapkan nada.
Paragraf ini tidak hanya mengenalkan topik esai, tapi juga tempat di mana kamu akan
mulai (dengan kalimat topik utama). Bila kamu menulis paragraf pembuka dengan baik, kamu
akan mengajak pembaca merasakan "pengalaman"mu. Berusahalah yang terbaik untuk paragraf
ini, maka kamu akan mendapatkan hasil positifnya.
* Tuliskan dalam bentuk kalimat aktif.
Kalimat aktif terasa lebih kuat pengaruhnya. Gunakan ini pada setiap kalimat dalam
paragraf pembukamu. Kecuali bila kamu menulis esai naratif pribadi, hindari penggunaan
kata ganti orang pertama "Saya".
* Variasikan struktur kalimat.
Baca ulang paragrafmu dan hindari pola menulis yang menjemukan misalnya dengan selalu
memulai dengan subyek kalimat.
* Cari ilham untuk ide-ide pendukung yang terbagus.
Ide-ide tersebut merupakan hal yang kamu ketahui dengan benar. Bila kamu tidak
memiliki pengetahuan tentang mereka, kamu tidak dapat menulis dengan baik tentang mereka
juga. Hindari penggunaan argumen yang sia-sia karena akan melemahkan argumenmu.
* Latihlah dirimu untuk menulis paragraf pembuka dengan topik yang bervariasi.
Bahkan bila kamu akan menggunakan mereka, mereka dapat dibandingkan dengan tipe esai
yang kamu sedang kerjakan sekarang. Kamu akan senang/puas melihat adanya kemajuan dalam
kemampuan menulismu.
Paragraf Isi
* Gunakan transisi untuk mengembangkan subtopik.
Setiap paragraf harus berhubungan satu sama lainnya.
* Tuliskan kalimat pokok pikiran.
Transisi bisa juga diikutkan dalam kalimat tersebut.
* Ide-ide pendukung, contoh dan detil haruslah spesifik.
Kecenderungan yang terjadi dalam paragraf isi adalah biasanya keinginan untuk
memasukkan segalanya. Hindarilah ini. Apa yang sudah kamu tulis di atas lengkap dengan
contoh dan detil sudah cukup membantumu untuk tetap fokus.
* Variasikan struktur kalimat.
Hindari pencantuman kata ganti benda dan daftar yang berulang-ulang.
Hindari penggunaaan pola kalimat pembuka yang sama (subyek + kata kerja + obyek
langsung).
Paragraf Penutup/Ringkasan
Bagian ini merupakan paragraf yang sulit untuk ditulis secara efektif. Kamu tidak dapat
mengasumsikan bahwa pembacamu dapat melihat poinmu.
* Tulis ulang secara ringkas paragraf pembuka. Jangan langsung dikopi begitu saja
keseluruhan paragrafnya.
* Ringkaslah argumenmu dengan sehingga paragraf penutup ini akan membuat pembacamu
tidak akan meragukan logika kesimpulanmu.
* Berpengaruhlah karena paragraf ini membawa pendapatmu yang terakhir kepada pembaca.
Edit dan Perbaiki Esaimu
* Periksalah struktur tata bahasa dan ejaanmu.
Telitilah subyek, kata kerja dan keterangan waktu yang kamu gunakan.
* Periksa keseluruhan esaimu dengan logika.
Apakah setiap pokok pikiran berkembang dan berhubungan?
Hindari jurang dalam logika, atau hindari penggunaan terlalu banyak detil.
Review kalimat per kalimat
* Gunakan kata kerja aktif.
Hindari penggunaan kalimat pasif dan kata kerja berawalan "di-".
* Gunakan frasa dan kata transisi.
Hindari kalimat yang diawali dengan kata ganti benda, atau susunan kalimat seperti
"Adalah ..."
Misalnya: "Adalah perlu untuk memeriksa ulang semua pekerjaan" yang diganti dengan
"Memeriksa pekerjaan itu penting."
* Langsung pada intinya.
Walaupun panjang dan struktur kalimat kamu variasikan.
Tanyalah pada teman yang berpengetahuan banyak untuk mereview dan mengomentari esaimu dan
untuk mengungkapkan ulang isi esaimu. Kamu mungkin akan terkejut.
Diadaptasi dan direvisi dengan ijin dari: Kasper, J. The Five Paragraph Essay, 14 January,
1999, http://www.geocities.com/SoHo/Atrium/1437/index.html.
Sumber akses : http://www.studygs.net/
www.publiksastra.co.cc
Bangun dan definisikan topikmu
Tuliskan tema atau topik utama esaimu dalam satu atau dua kalimat paling banyak.
* Tentukan pembaca esaimu
Apakah yang membaca esaimu adalah dosen yang memberi nilai atau asisten dosen?
Teman sekelasmu yang akan memberikan kritikan? Sekelompok profesional untuk review?
Sekelompok profesional untuk review?
Ingatlah akan pembaca ini selama kamu menulis esai
* Rencanakan kurun waktu
Buat suatu kurun waktu penulisan esai, dan antisipasi adanya perkembangan topik
esaimu dan revisi. Seringkali suatu esai yang sempurna adalah esai yang direvisi setelah
selesai dibuat.
* Kumpulkan bahan-bahan
Orang: dosen, asisten dosen, pustakawan, ahli dalam bidang, profesional
Referensi: buku teks, rekomendasi kerja, web site, majalah, buku harian, laporan
profesional
* Riset: baca, wanwancara, eksperimen, kumpul data-data, dll. dan catat selengkap
mungkin. Gunakan kartu indek atau word processing.
* Organisasi catatanmu dengan menulis dahulu di kertas lain:
fokus pada bebas menulis, petaan, and/atau garis besarnya.
* Buatlah esai pertamamu (rough draft)
Tentukan bagaimana kamu mengembangkan argumentasi: Gunakan logika yang baik dalam
argumentasi untuk membantu mengembangkan tema dan/atau mendukung tema. Apakah kamu akan
membuat perbandingan atau definisi? Apakah kamu akan mengfritik atau menjelaskan? Lihat
definisi istilah-istilah esai di situs Pedoman Belajar.
Paragraf pertama
* Kenalkan topikmu!
* Beritahukan pandanganmu kepada pembaca!
* Rangsang pembaca menyelesaikan membaca esaimu!
* Fokuskan pada tiga poin untuk kemudian
Paragraf pertama biasanya paling sulit dikerjakan. Bila kamu menemui masalah, biarkanlah
dan usahakan untuk menulisnya ulang nanti, bahkan setelah kamu selesai mengerjakan paragraf
terakhir. Akan tetapi perlu diingat bahwa paragraf pertamalah yang menarik perhatian
pembaca ke topik dan pendapatmu, serta penting untuk membuat mereka membaca esaimu sampai
selesai.he first paragraph is often the most difficult to write.
Isi Esai
* Bangunlah alur isi esai dari satu paragraf ke paragraf yang lainnya
* Kalimat transisi, klausa, atau kata-kata pada awal paragraf menghubungkan ide
pikiran ke ide lainnya.(Lihatlah kata & frasa transisi)
* Kalimat-kalimat pokok, juga terdapat pada awal setiap paragraf, menjelaskan ide
yang termuat di dalamnya sesuai dengan konteks esai keseluruhan.
* Hindari satu atau dua paragraf yang mungkin menunjukkan kurang dikembangkannya
poinmu.
* Tulis dengan kalimat-kalimat aktif
* "Panitia Akademis memutuskan ..." bukan "Telah diputuskan oleh ..."
* Hindari pemakaian kata kerja "menjadi" untuk presentasi yang jelas, dinamis dan
efektif.
(Hindari pemakaian kata kerja "menjadi" dan presentasimu efektif, jelas dan
dinamis.)
* Menghindari "menjadi" berarti penggunaan kalimat pasif akan berkurang.
* Gunakan kutipan untuk mendukung pandanganmu
* Kutiplah dan jelaskan secara tepat setiap ungkapan yang dipakai.
* Gunakan kutipan dengan gaya blok atau indented secara terpisah karena mereka
dapat merusak alur isi esaimu.
* Buktikan setiap poin pendapatmu secara berkesinambungan dari awal sampai akhir esai
* Jangan meninggalkan fokus utama esaimu.
* Jangan langsung meringkas pada isi esaimu. Tunggu sampai pada paragraf
kesimpulan.
Kesimpulan
* Baca paragraf pertama dan isi esaimu dulu
* Ringkas, kemudian simpulkan argumentasimu
* Tinjau kembali (sekali lagi) pada paragraf pertama sekaligus isi esai. Apakah
paragraf terakhir:
* menyatakan ulang tema utama secara singkat?
* merefleksikan keberhasilan dan pentingnya argumentasi yang ada pada isi esai?
* menyimpulkan isi esai secara logika?
Edit/tulis ulang paragraf pertama
Hal ini dapat membuat isi dan kesimpulan esaimu lebih baik.
Ambil satu atau dua hari libur!
Baca kembali esaimu dengan pikiran yang segar dan pensil yang runcing
Edit, koreksi dan tulis ulang bila diperlukan
Kumpulkan esaimu
Rayakan pekerjaan yang telah kamu selesaikan dengan baik (kamu harus percaya ini!).
Kalimat terakhir di atas ini sangat penting.
(Sebagian diadaptasi dengan ijin dari K. Austin Kerr, Some Tips on Writing Papers for
History Courses, Ohio State University.)
Kata & Frasa Transisi
Menggunakan kata dan frasa transisi menunjukkan hubungan antar ide dan membuat makalah
mudah dimengerti.
Makalah yang idenya saling berkaitan memudahkan pembaca mengikuti dari poin pertama sampai
terakhir.
Transisi menunjukkan hubungan, baik dari kalimat yang satu ke kalimat yang lain, atau dari
paragraf yang satu ke paragraf yang lain. Hal ini memang tampak seperti daftar "hubungan"
yang mungkin dimiliki oleh ide-ide yang ada, diikuti oleh daftar kata dan frasa "transisi"
yang mana menghubungkan ide-ide tersebut.
Tambahan:
juga, di samping itu, selanjutnya, sebagai tambahan, lagipula, lagi
Akibat:
demikian, hasilnya, akibatnya, jadi, kalau tidak, maka, oleh karena itu, demikianlah,
setelah itu
Ringkasan:
bagaimanapun, bagaimanapun juga, setelah dipertimbangkan semuanya, singkatnya, ringkasnya,
sebagai penutup, pada umumnya, akhirnya, jelasnya
Penyamarataan:
sesuai peraturan, biasanya, seperti biasanya, umumnya, pada umumnya, kebanyakan
Uraian baru:
pada intinya, dengan kata lain, yakni, yaitu, singkatnya, ringkasnya
Perbedaan dan perbandingan:
bedanya, begitu pula, sebaliknya, malahan, demikian juga, di satu sisi, pada sisi lainnya,
agaknya, sama halnya, tetapi, akan tetapi, bagaimanapun juga, namun
Rangkaian:
mula-mula, awalnya, pada awalnya, permulaannya, pada waktu yang sama, mulai sekarang, untuk
sementara ini, selanjutnya, saat ini, berikutnya, nantinya, sementara itu, kemudian,
segera, sebelumnya, sesudahnya, secara serentak, sebagai penutup
Pengalihan:
omong-omong, sambil lalu
Ilustrasi:
misalnya, contohnya, seperti
Persamaan:
demikian juga, sama dengan, lagipula
Arahan:
di sini, di sana, melebihi, hampir, berhadapan, di bawah, di atas, ke kiri, ke kanan, di
kejauhan sana
Esai yang terdiri dari lima paragraf sering digunakan sebagai tes untuk melihat kemampuan
menulis seseorang dalam jangka waktu tertentu.
Memulai berarti mengorganisasi dulu:
latihan merupakan faktor yang vital untuk menulis secara efektif.
Analisa Tugas
dan tentukan mana yang diperlukan. Dengan spidol warna, tandai kata-kata penting yang
mewakili topik esai, kemudian organisasikan rencanamu.
Misalnya kamu diberi tugas esai seperti ini:
Kamu mendapatkan hadiah yang sangat berkesan. Hadiah ini mungkin diberikan untuk
memperingati peristiwa khusus atau diberikan tanpa alasan sama sekali. Jelaskan tentang
hadiah tersebut dan mengapa sangat berkesan. Berikan alasan-alasannya, deskripsi hadiah,
dan bagaimana perasaanmu ketika menerimanya.
Tujuan tugas ini adalah untuk menulis sebuah esai naratif tentang hadiah yang kamu terima.
Subyeknya tentang hadiah yang berkesan
Tiga subtopik utamanya:
* alasan hadiah ini diberikan
* deskripsi hadiah
* dan bagaimana perasaanmu ketika menerimanya
Kerangka Karangan Lima Paragraf
Esaimu akan terdiri dari elemen-elemen berikut:
Paragraf Pembukan
Kalimat Topik Utama:: hadiah yang berkesan
Subtopic Pertama: alasan hadiah diberikan
Subtopic Two: deskripsi hadiah
Subtopic Three: perasaanmu ketika menerimanya
(Transisi)
Paragraf Isi Pertama
Tulis ulang Subtopik Pertama
Detil-detil yang mendukung/contoh
Transisi
Paragraf Isi Kedua
Tulis ulang Subtopik Kedua
Detil-detil yang mendukung/contoh
Transisi
Paragraf Isi Ketiga
Tulis ulang Subtopik Ketiga
Detil-detil yang mendukung/contoh
Transisi
Paragraf Penutup/Ringkasan
Sintesa dan kesimpulan esai dengan menyebutkan ulang topik serta subtopiknya.
Tulislah esainya!
Pikirkan yang kecil dulu, baru kemudian bangunlah esai tersebut setahap demi setahap.
Pisahkan esaimu menjadi bagian-bagian dan kembangkan secara terpisah.
Paragraf Pembuka
* Paragraf pembuka menetapkan nada.
Paragraf ini tidak hanya mengenalkan topik esai, tapi juga tempat di mana kamu akan
mulai (dengan kalimat topik utama). Bila kamu menulis paragraf pembuka dengan baik, kamu
akan mengajak pembaca merasakan "pengalaman"mu. Berusahalah yang terbaik untuk paragraf
ini, maka kamu akan mendapatkan hasil positifnya.
* Tuliskan dalam bentuk kalimat aktif.
Kalimat aktif terasa lebih kuat pengaruhnya. Gunakan ini pada setiap kalimat dalam
paragraf pembukamu. Kecuali bila kamu menulis esai naratif pribadi, hindari penggunaan
kata ganti orang pertama "Saya".
* Variasikan struktur kalimat.
Baca ulang paragrafmu dan hindari pola menulis yang menjemukan misalnya dengan selalu
memulai dengan subyek kalimat.
* Cari ilham untuk ide-ide pendukung yang terbagus.
Ide-ide tersebut merupakan hal yang kamu ketahui dengan benar. Bila kamu tidak
memiliki pengetahuan tentang mereka, kamu tidak dapat menulis dengan baik tentang mereka
juga. Hindari penggunaan argumen yang sia-sia karena akan melemahkan argumenmu.
* Latihlah dirimu untuk menulis paragraf pembuka dengan topik yang bervariasi.
Bahkan bila kamu akan menggunakan mereka, mereka dapat dibandingkan dengan tipe esai
yang kamu sedang kerjakan sekarang. Kamu akan senang/puas melihat adanya kemajuan dalam
kemampuan menulismu.
Paragraf Isi
* Gunakan transisi untuk mengembangkan subtopik.
Setiap paragraf harus berhubungan satu sama lainnya.
* Tuliskan kalimat pokok pikiran.
Transisi bisa juga diikutkan dalam kalimat tersebut.
* Ide-ide pendukung, contoh dan detil haruslah spesifik.
Kecenderungan yang terjadi dalam paragraf isi adalah biasanya keinginan untuk
memasukkan segalanya. Hindarilah ini. Apa yang sudah kamu tulis di atas lengkap dengan
contoh dan detil sudah cukup membantumu untuk tetap fokus.
* Variasikan struktur kalimat.
Hindari pencantuman kata ganti benda dan daftar yang berulang-ulang.
Hindari penggunaaan pola kalimat pembuka yang sama (subyek + kata kerja + obyek
langsung).
Paragraf Penutup/Ringkasan
Bagian ini merupakan paragraf yang sulit untuk ditulis secara efektif. Kamu tidak dapat
mengasumsikan bahwa pembacamu dapat melihat poinmu.
* Tulis ulang secara ringkas paragraf pembuka. Jangan langsung dikopi begitu saja
keseluruhan paragrafnya.
* Ringkaslah argumenmu dengan sehingga paragraf penutup ini akan membuat pembacamu
tidak akan meragukan logika kesimpulanmu.
* Berpengaruhlah karena paragraf ini membawa pendapatmu yang terakhir kepada pembaca.
Edit dan Perbaiki Esaimu
* Periksalah struktur tata bahasa dan ejaanmu.
Telitilah subyek, kata kerja dan keterangan waktu yang kamu gunakan.
* Periksa keseluruhan esaimu dengan logika.
Apakah setiap pokok pikiran berkembang dan berhubungan?
Hindari jurang dalam logika, atau hindari penggunaan terlalu banyak detil.
Review kalimat per kalimat
* Gunakan kata kerja aktif.
Hindari penggunaan kalimat pasif dan kata kerja berawalan "di-".
* Gunakan frasa dan kata transisi.
Hindari kalimat yang diawali dengan kata ganti benda, atau susunan kalimat seperti
"Adalah ..."
Misalnya: "Adalah perlu untuk memeriksa ulang semua pekerjaan" yang diganti dengan
"Memeriksa pekerjaan itu penting."
* Langsung pada intinya.
Walaupun panjang dan struktur kalimat kamu variasikan.
Tanyalah pada teman yang berpengetahuan banyak untuk mereview dan mengomentari esaimu dan
untuk mengungkapkan ulang isi esaimu. Kamu mungkin akan terkejut.
Diadaptasi dan direvisi dengan ijin dari: Kasper, J. The Five Paragraph Essay, 14 January,
1999, http://www.geocities.com/SoHo/Atrium/1437/index.html.
Sumber akses : http://www.studygs.net/
www.publiksastra.co.cc
Menulis Esai
Langkah-langkah membuat Esai
1. Memilih Topik
Bila topik telah ditentukan, anda mungkin tidak lagi memiliki kebebasan untuk memilih.
Namun demikian, bukan berarti anda siap untuk menuju langkah berikutnya.
Pikirkan terlebih dahulu tipe naskah yang akan anda tulis. Apakah berupa tinjauan umum,
atau analisis topik secara khusus? Jika hanya merupakan tinjauan umum, anda dapat langsung
menuju ke langkah berikutnya. Tapi bila anda ingin melakukan analisis khusus, topik anda
harus benar-benar spesifik. Jika topik masih terlalu umum, anda dapat mempersempit topik
anda. Sebagai contoh, bila topik tentang “Indonesia” adalah satu topik yang masih sangat
umum. Jika tujuan anda menulis sebuah gambaran umum (overview), maka topik ini sudah tepat.
Namun bila anda ingin membuat analisis singkat, anda dapat mempersempit topik ini menjadi
“Kekayaan Budaya Indonesia” atau “Situasi Politik di Indonesia. Setelah anda yakin akan apa
yang anda tulis, anda
bisa melanjutkan ke langkah berikutnya.
Bila topik belum ditentukan, maka tugas anda jauh lebih berat. Di sisi lain, sebenarnya
anda memiliki kebebasan memilih topik yang anda sukai, sehingga biasanya membuat esai anda
jauh lebih kuat dan berkarakter.
2. Tentukan Tujuan
Tentukan terlebih dahulu tujuan esai yang akan anda tulis. Apakah untuk meyakinkan orang
agar mempercayai apa yang anda percayai? Menjelaskan bagaimana melakukan hal-hal tertentu?
Mendidik pembaca tentang seseorang, ide, tempat atau sesuatu? Apapun topik yang anda pilih,
harus sesuai dengan tujuannya.
3. Tuliskan Minat Anda
Jika anda telah menetapkan tujuan esai anda, tuliskan beberapa subyek yang menarik minat
anda. Semakin banyak subyek yang anda tulis, akan semakin baik. Jika anda memiliki masalah
dalam menemukan subyek yang anda minati, coba lihat di sekeliling anda. Adakah hal-hal yang
menarik di sekitar anda? Pikirkan hidup anda? Apa yang anda lakukan? Mungkin ada beberapa
yang menarik untuk dijadikan topik. Jangan mengevaluasi subyek-subyek tersebut, tuliskan
saja segala sesuatu yang terlintas di kepala.
4. Evaluasi Potensial Topik
Jika telah ada bebearpa topik yang pantas, pertimbangkan masing-masing topik tersebut. Jika
tujuannya mendidik, anda harus mengerti benar tentang topik yang dimaksud. Jika tujuannya
meyakinkan, maka topik tersebut harus benar-benar menggairahkan.
Yang paling penting, berapa banyak ide-ide yang anda miliki untuk topik yang anda pilih.
Sebelum anda meneruskan ke langkah berikutnya, lihatlah lagi bentuk naskah yang anda tulis.
Sama halnya dengan kasus dimana topik anda telah ditentukan, anda juga perlu memikirkan
bentuk naskah yang anda tulis.
5. Membuat Outline
Tujuan dari pembuatan outline adalah meletakkan ide-ide tentang topik anda dalam naskah
dalam sebuah format yang terorganisir.
Tujuan dari pembuatan outline adalah meletakkan ide-ide tentang topik anda dalam naskah
dalam sebuah format yang terorganisir.
1. Mulailah dengang menulis topik anda di bagian atas
2. Tuliskan angka romawi I, II, III di sebelah kiri halaman tersebut, dengan jarak
yang cukup lebar diantaranya
3. Tuliskan garis besar ide anda tentang topik yang anda maksud:
* Jika anda mencoba meyakinkan, berikan argumentasi terbaik
* Jika anda menjelaskan satu proses, tuliskan langkah-langkahnya sehingga dapat
dipahami pembaca
* Jika anda mencoba menginformasikan sesuatu, jelaskan kategori utama dari
informasi tersebut
1. Pada masing-masing romawi, tuliskan A, B, dan C menurun di sis kiri halaman
tersebut. Tuliskan fakta atau informasi yang nformasi yang mendukung ide utama
6. Menuliskan Tesis
Suatu pernyataan tesis mencerminkan isi esai dan poin penting yang akan disampaikan oleh
pengarangnya. Anda telah menentukan topik dari esai anda, sekarang anda harus melihat
kembali outline yang telah anda buat, dan memutuskan poin penting apa yang akan anda buat.
Pernyataan tesis anda terdiri dari dua bagian:
* Bagian pertama menyatakan topik. Contoh: Budaya Indonesia, Korupsi di Indonesia
* Bagian kedua menyatakan poin-poin dari esai anda. Contoh: memiliki kekayaan yang
luar biasa, memerlukan waktu yang panjang untuk memberantasnya, dst.
7. Menuliskan Tubuh Esai
Bagian ini merupakan bagian paling menyenangkan dari penulisan sebuah esai. Anda dapat
menjelaskan, menggambarkan dan memberikan argumentasi dengan lengkap untuk topik yang telah
anda pilih. Masing-masing ide penting yang anda tuliskan pada outline akan menjadi satu
paragraf dari tubuh tesis anda.
Masing-masing paragraf memiliki struktur yang serupa:
* Mulailah dengan menulis ide besar anda dalam bentuk kalimat. Misalkan ide anda
adalah: “Pemberantasan korupsi di Indonesia”, anda dapat menuliskan: “Pemberantasan korupsi
di Indonesia memerlukan kesabaran besar dan waktu yang lama”
* Kemudian tuliskan masing-masing poin pendukung ide tersebut, namun sisakan empat
sampai lima baris.
* Pada masing-masing poin, tuliskan perluasan dari poin tersebut. Elaborasi ini
dapat berupa deskripsi atau penjelasan atau diskusi
* Bila perlu, anda dapat menggunakan kalimat kesimpulan pada masing-masing
paragraf.
* Setelah menuliskan tubuh tesis, anda hanya tinggal menuliskan dua paragraf:
pendahuluan dan kesimpulan.
8. Menulis Paragraf Pertama
* Mulailah dengan menarik perhatian pembaca.
* Memulai dengan suatu informasi nyata dan terpercaya. Informasi ini tidak perlu
benar-benar baru untuk pembaca anda, namun bisa menjadi ilustrasi untuk poin yang anda
buat.
* Memulai dengan suatu anekdot, yaitu suatu cerita yang menggambarkan poin yang
anda maksud. Berhati-hatilah dalam membuat anekdot. Meski anekdot ini efektif untuk
membangun ketertarikan pembaca, anda harus menggunakannya dengan tepat dan hati-hati.
* Menggunakan dialog dalam dua atau tiga kalimat antara beberapa pembicara untuk
menyampaikan poin anda.
* Tambahkan satu atau dua kalimat yang akan membawa pembaca pada pernyataan tesis
anda.
* Tutup paragraf anda dengan pernyataan tesis anda.
9. Menuliskan Kesimpulan
Kesimpulan merupakan rangkuman dari poin-poin yang telah anda kemukakan dan memberikan
perspektif akhir anda kepada pembaca. Tuliskan dalam tiga atau empat kalimat (namun jangan
menulis ulang sama persis seperti dalam tubuh tesis di atas) yang menggambarkan pendapat
dan perasaan anda tentang topik yang dibahas. Anda dapat menggunakan anekdot untuk menutup
esai anda.
10. Memberikah Sentuhan Akhir
* Teliti urutan paragraf Mana yang paling kuat? Letakkan paragraf terkuat pada
urutan pertama, dan paragraf terlemah di tengah. Namun, urutan tersebut harus masuk akal.
Jika naskah anda menjelaskan suatu proses, anda harus bertahan
pada urutan yang anda buat.
* Teliti format penulisan. Telitilah format penulisan seperti margin, spasi, nama,
tanggal, dan sebagainya
* Teliti tulisan. Anda dapat merevisi hasil tulisan anda, memperkuat poin yang
lemah. Baca dan baca kembali naskah anda.
* Apakah masuk akal? Tinggalkan dulu naskah anda beberapa jam, kemudian baca
kembali. Apakah masih masuk akal?
* Apakah kalimat satu dengan yang lain mengalir dengan halus dan lancar? Bila
tidak, tambahkan bebearpa kata dan frase untuk menghubungkannya. Atau tambahkan satu
kalimat yang berkaitan dengan kalimat sebelumnya
* Teliti kembali penulisan dan tata bahasa anda.
Struktur Sebuah Esai
Pada dasarnya, sebuah esai terbagi minimum dalam lima paragraf:
* Paragraf pertama: Dalam paragraf ini penulis memperkenalkan topik yang akan
dikemukakan, berikut tesisnya. Tesis ini harus dikemukakan dalam kalimat yang singkat dan
jelas, sedapat mungkin pada kalimat pertama. Selanjutnya pembaca diperkenalkan pada tiga
paragraf berikutnya yang mengembangkan tesis tersebut dalam beberapa sub topik.
* Paragraf kedua sampai kelima: Ketiga paragraf ini disebut tubuh dari sebuah esai
yang memiliki struktur yang sama. Kalimat pendukung tesis dan argumen-argumennya dituliskan
sebagai analisa dengan melihat relevansi dan relasinya dengan masing-masing sub topik.
* Paragraf kelima (terakhir): Paragraf kelima merupakan paragraf kesimpulan.
Tuliskan kembali tesis dan sub topik yang telah dibahas dalam paragraf kedua sampai kelima
sebagai sebuah sintesis untuk meyakinkan pembaca
sumber: http://www.duniaesai.com/
1. Memilih Topik
Bila topik telah ditentukan, anda mungkin tidak lagi memiliki kebebasan untuk memilih.
Namun demikian, bukan berarti anda siap untuk menuju langkah berikutnya.
Pikirkan terlebih dahulu tipe naskah yang akan anda tulis. Apakah berupa tinjauan umum,
atau analisis topik secara khusus? Jika hanya merupakan tinjauan umum, anda dapat langsung
menuju ke langkah berikutnya. Tapi bila anda ingin melakukan analisis khusus, topik anda
harus benar-benar spesifik. Jika topik masih terlalu umum, anda dapat mempersempit topik
anda. Sebagai contoh, bila topik tentang “Indonesia” adalah satu topik yang masih sangat
umum. Jika tujuan anda menulis sebuah gambaran umum (overview), maka topik ini sudah tepat.
Namun bila anda ingin membuat analisis singkat, anda dapat mempersempit topik ini menjadi
“Kekayaan Budaya Indonesia” atau “Situasi Politik di Indonesia. Setelah anda yakin akan apa
yang anda tulis, anda
bisa melanjutkan ke langkah berikutnya.
Bila topik belum ditentukan, maka tugas anda jauh lebih berat. Di sisi lain, sebenarnya
anda memiliki kebebasan memilih topik yang anda sukai, sehingga biasanya membuat esai anda
jauh lebih kuat dan berkarakter.
2. Tentukan Tujuan
Tentukan terlebih dahulu tujuan esai yang akan anda tulis. Apakah untuk meyakinkan orang
agar mempercayai apa yang anda percayai? Menjelaskan bagaimana melakukan hal-hal tertentu?
Mendidik pembaca tentang seseorang, ide, tempat atau sesuatu? Apapun topik yang anda pilih,
harus sesuai dengan tujuannya.
3. Tuliskan Minat Anda
Jika anda telah menetapkan tujuan esai anda, tuliskan beberapa subyek yang menarik minat
anda. Semakin banyak subyek yang anda tulis, akan semakin baik. Jika anda memiliki masalah
dalam menemukan subyek yang anda minati, coba lihat di sekeliling anda. Adakah hal-hal yang
menarik di sekitar anda? Pikirkan hidup anda? Apa yang anda lakukan? Mungkin ada beberapa
yang menarik untuk dijadikan topik. Jangan mengevaluasi subyek-subyek tersebut, tuliskan
saja segala sesuatu yang terlintas di kepala.
4. Evaluasi Potensial Topik
Jika telah ada bebearpa topik yang pantas, pertimbangkan masing-masing topik tersebut. Jika
tujuannya mendidik, anda harus mengerti benar tentang topik yang dimaksud. Jika tujuannya
meyakinkan, maka topik tersebut harus benar-benar menggairahkan.
Yang paling penting, berapa banyak ide-ide yang anda miliki untuk topik yang anda pilih.
Sebelum anda meneruskan ke langkah berikutnya, lihatlah lagi bentuk naskah yang anda tulis.
Sama halnya dengan kasus dimana topik anda telah ditentukan, anda juga perlu memikirkan
bentuk naskah yang anda tulis.
5. Membuat Outline
Tujuan dari pembuatan outline adalah meletakkan ide-ide tentang topik anda dalam naskah
dalam sebuah format yang terorganisir.
Tujuan dari pembuatan outline adalah meletakkan ide-ide tentang topik anda dalam naskah
dalam sebuah format yang terorganisir.
1. Mulailah dengang menulis topik anda di bagian atas
2. Tuliskan angka romawi I, II, III di sebelah kiri halaman tersebut, dengan jarak
yang cukup lebar diantaranya
3. Tuliskan garis besar ide anda tentang topik yang anda maksud:
* Jika anda mencoba meyakinkan, berikan argumentasi terbaik
* Jika anda menjelaskan satu proses, tuliskan langkah-langkahnya sehingga dapat
dipahami pembaca
* Jika anda mencoba menginformasikan sesuatu, jelaskan kategori utama dari
informasi tersebut
1. Pada masing-masing romawi, tuliskan A, B, dan C menurun di sis kiri halaman
tersebut. Tuliskan fakta atau informasi yang nformasi yang mendukung ide utama
6. Menuliskan Tesis
Suatu pernyataan tesis mencerminkan isi esai dan poin penting yang akan disampaikan oleh
pengarangnya. Anda telah menentukan topik dari esai anda, sekarang anda harus melihat
kembali outline yang telah anda buat, dan memutuskan poin penting apa yang akan anda buat.
Pernyataan tesis anda terdiri dari dua bagian:
* Bagian pertama menyatakan topik. Contoh: Budaya Indonesia, Korupsi di Indonesia
* Bagian kedua menyatakan poin-poin dari esai anda. Contoh: memiliki kekayaan yang
luar biasa, memerlukan waktu yang panjang untuk memberantasnya, dst.
7. Menuliskan Tubuh Esai
Bagian ini merupakan bagian paling menyenangkan dari penulisan sebuah esai. Anda dapat
menjelaskan, menggambarkan dan memberikan argumentasi dengan lengkap untuk topik yang telah
anda pilih. Masing-masing ide penting yang anda tuliskan pada outline akan menjadi satu
paragraf dari tubuh tesis anda.
Masing-masing paragraf memiliki struktur yang serupa:
* Mulailah dengan menulis ide besar anda dalam bentuk kalimat. Misalkan ide anda
adalah: “Pemberantasan korupsi di Indonesia”, anda dapat menuliskan: “Pemberantasan korupsi
di Indonesia memerlukan kesabaran besar dan waktu yang lama”
* Kemudian tuliskan masing-masing poin pendukung ide tersebut, namun sisakan empat
sampai lima baris.
* Pada masing-masing poin, tuliskan perluasan dari poin tersebut. Elaborasi ini
dapat berupa deskripsi atau penjelasan atau diskusi
* Bila perlu, anda dapat menggunakan kalimat kesimpulan pada masing-masing
paragraf.
* Setelah menuliskan tubuh tesis, anda hanya tinggal menuliskan dua paragraf:
pendahuluan dan kesimpulan.
8. Menulis Paragraf Pertama
* Mulailah dengan menarik perhatian pembaca.
* Memulai dengan suatu informasi nyata dan terpercaya. Informasi ini tidak perlu
benar-benar baru untuk pembaca anda, namun bisa menjadi ilustrasi untuk poin yang anda
buat.
* Memulai dengan suatu anekdot, yaitu suatu cerita yang menggambarkan poin yang
anda maksud. Berhati-hatilah dalam membuat anekdot. Meski anekdot ini efektif untuk
membangun ketertarikan pembaca, anda harus menggunakannya dengan tepat dan hati-hati.
* Menggunakan dialog dalam dua atau tiga kalimat antara beberapa pembicara untuk
menyampaikan poin anda.
* Tambahkan satu atau dua kalimat yang akan membawa pembaca pada pernyataan tesis
anda.
* Tutup paragraf anda dengan pernyataan tesis anda.
9. Menuliskan Kesimpulan
Kesimpulan merupakan rangkuman dari poin-poin yang telah anda kemukakan dan memberikan
perspektif akhir anda kepada pembaca. Tuliskan dalam tiga atau empat kalimat (namun jangan
menulis ulang sama persis seperti dalam tubuh tesis di atas) yang menggambarkan pendapat
dan perasaan anda tentang topik yang dibahas. Anda dapat menggunakan anekdot untuk menutup
esai anda.
10. Memberikah Sentuhan Akhir
* Teliti urutan paragraf Mana yang paling kuat? Letakkan paragraf terkuat pada
urutan pertama, dan paragraf terlemah di tengah. Namun, urutan tersebut harus masuk akal.
Jika naskah anda menjelaskan suatu proses, anda harus bertahan
pada urutan yang anda buat.
* Teliti format penulisan. Telitilah format penulisan seperti margin, spasi, nama,
tanggal, dan sebagainya
* Teliti tulisan. Anda dapat merevisi hasil tulisan anda, memperkuat poin yang
lemah. Baca dan baca kembali naskah anda.
* Apakah masuk akal? Tinggalkan dulu naskah anda beberapa jam, kemudian baca
kembali. Apakah masih masuk akal?
* Apakah kalimat satu dengan yang lain mengalir dengan halus dan lancar? Bila
tidak, tambahkan bebearpa kata dan frase untuk menghubungkannya. Atau tambahkan satu
kalimat yang berkaitan dengan kalimat sebelumnya
* Teliti kembali penulisan dan tata bahasa anda.
Struktur Sebuah Esai
Pada dasarnya, sebuah esai terbagi minimum dalam lima paragraf:
* Paragraf pertama: Dalam paragraf ini penulis memperkenalkan topik yang akan
dikemukakan, berikut tesisnya. Tesis ini harus dikemukakan dalam kalimat yang singkat dan
jelas, sedapat mungkin pada kalimat pertama. Selanjutnya pembaca diperkenalkan pada tiga
paragraf berikutnya yang mengembangkan tesis tersebut dalam beberapa sub topik.
* Paragraf kedua sampai kelima: Ketiga paragraf ini disebut tubuh dari sebuah esai
yang memiliki struktur yang sama. Kalimat pendukung tesis dan argumen-argumennya dituliskan
sebagai analisa dengan melihat relevansi dan relasinya dengan masing-masing sub topik.
* Paragraf kelima (terakhir): Paragraf kelima merupakan paragraf kesimpulan.
Tuliskan kembali tesis dan sub topik yang telah dibahas dalam paragraf kedua sampai kelima
sebagai sebuah sintesis untuk meyakinkan pembaca
sumber: http://www.duniaesai.com/
Langganan:
Postingan (Atom)