Bungaku, kemanakah dirimu?
Aku tak lagi mencium semerbak harummu.
Bungaku, masih kau mekar seperti sedia kala?
Kulihat kumbang-kumbang tak lagi hinggap di putikmu.
Bungaku, masih kau nantikankah hangatnya sinarku?
Mendung sebentar lagi 'kan pergi dari langit cakrawala kita.
Bungaku, masih abadikah dirimu?
Aku tak sabar menunggu musim itu tiba.
Bungaku, tahukah kau aku masih menantimu?
Diantara rumput liar ini aku menunundukkan wajahku,
Agar kau tak layu sebelum berkembang.
Aku pun harus berkelahi dengan serangga-serangga ini.
Mekarlah, hai bunga keabadianku,
buatlah taman hatiku beraroma harum,
agar ku tak lagi bersedih hati
menantimu seorang diri disini.
seorang diri....
seorang diri....
seorang diri....
sampai mati....
tetap kunanti.....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar