Bagi saya 'tempat sampah' ini tempat untuk membuang segala keluh-kesah yg selalu resah di dalam pikiran, terkadang kita menemukan barang yang baik dalam sebuah tempat sampah entah karena terbuang atau sengaja dibuang oleh si pemiliknya. Maka semoga di dalam 'tempat sampah' ini anda pun menemukan hal sebagaimana barang yg baik bagi anda yg sengaja kubuang atau memang terbuang olehku.....Selamat mengorek-ngorek isi 'Tempat Sampah' ini...!!!
Senin, 15 November 2010
OPINIKU TENTANG FILM EAT, PRAY AND LOVE
Film Eat, Pray, Love mengangkat kisah perjalanan Elizabeth Gilbert, seorang perempuan Amerika yang berada di ambang depresi, mencari ketenangan spiritual dan keseimbangan dalam hidup di tiga negara: Italia, India dan Indonesia. Film ini dibuat berdasarkan buku memoir best seller berjudul sama, yang telah laku enam juta kopi di seluruh dunia.
Elizabeth Gilbert (Julia Roberts) atau yang akrab dipanggil Liz, merindukan kehidupan yang seimbang. Karir sebagai penulis, memiliki rumah indah serta suami yang setia dan baik hati rupanya tak membuat hidupnya terasa 'cukup'. Ia merindukan sesuatu, yang bisa membuatnya kembali bergairah. 'Sesuatu' yang ia sendiri pun tak pernah tahu. Setelah bercerai dari suaminya, Stephen (Billy Crudup), Liz berpacaran dengan seorang aktor panggung bernama David (James Franco). Sayang, percintaannya lagi-lagi kandas di tengah jalan.Penulis itu pun mulai merancang sebuah perjalanan panjang. Tujuan utama Liz adalah Italia. Aksen Itali yang seksi ditambah makanan yang lezat membuatnya sangat terpesona. Dalam film 'Eat Pray Love', Italia diartikan sebagai Makanan (Eat). Berbagai macam makanan yang digambarkan dalam film itu memang terlihat menggiurkan, mulai dari pizza hingga pasta tersaji di sudut-sudut romantis Italia.
Berikutnya adalah pemandangan kumuh di seputar India. Di tempat itu Liz ingin menemukan kekuatan doa (Pray) dari seorang Guru. Di India ia belajar dari seorang pria, Richard from Texas (Richard Jenkins) agar dapat melupakan masa lalunya. Keindahan Pulau Dewata menjadi tujuan Liz yang terakhir. Di Bali, ia ingin bertemu lagi dengan Ketut Liyer (Hadi Subiyanto), seorang dukun Bali yang sudah tua dan ompong. Sebelumnya, Ketut Liyer pernah meramal tentang kehidupannya.
Di Indonesia pula, ia jatuh cinta pada duda Brazil bernama Felipe (Javier Bardem). Indonesia diartikan sebagai 'Love' dalam film besutan Ryan Murphy itu. Sutradara Ryan Murphy rupanya sengaja menyorot pemandangan indah Italia dan Indonesia. Dia ingin memanjakan mata para penonton dengan sudut-sudut indah yang dilalui sepanjang perjalanan Liz. Jangan heran jika setelah menonton film ini yang terkenang adalah lezatnya makanan Italia, potret pemandangan Bali yang indah, dan pelajaran hidup yang bisa diambil dari perjalanan hidup Liz. Sosok Liz yang modern mungkin terlihat sedikit egois dalam film ini.
Namun bagi kaum hawa, mungkin mereka akan jatuh cinta pada sosok laki-laki yang pernah hadir dalam kehidupan Liz. Sebut saja Luca Argentero yang berperan sebagai Giovanni sang pengajar bahasa Itali, James Franco yang berperan sebagai David (pacar Liz) atau si seksi Javier Bardem yang sebelumnya bermain dalam 'Vicky Cristina Barcelona'.
Ada satu hal yang menurut saya kurang di film ini. Musik latar yang mengisi adegan dalam film ini terlebih pada saat Liz berada di Bali kurang pas tanpa adanya musik khas pulau Bali. Coba saja anda perhatikan film ini, pada saat liz berada di Italia dan India. Musik yang melatarbelakanginya merupakan musik khas dari daerah tempat cerita tersebut dimainkan. Andai saja sang sutradara memasukkan unsur musik tradisional Bali, tentunya akan menambah kesan spiritual dan magisnya pulau Bali yang sangat eksotik tersebut.
Banyak hal yang dapat diambil sebagai pelajaran dalam film ini, salah satunya yaitu, sekuat apapun seseorang dalam mencari jatidiri, Tuhan dan Cinta, ia tidak akan dapat menemukannya selain dalam dirinya sendiri. Sejauh manapun mencari, tetap saja kita takkan menemukannya bila kita tidak mau bercermin dengan melihat jauh kedalam hati kita sendiri. Apa yang sebetulnya kita butuhkan dalam hidup ini? Bukankah semua yang kita cari ada dalam diri kita sendiri!
Sang guru spiritual pun berkata: "Janganlah melihat setiap masalah melalui mata lahiriah saja, tapi lihatlah melalui mata batiniahmu dan jangan pula kau cari Tuhan dengan mengelilingi dunia ini sebab Ia takkan kau temui selain didalam dirimu sendiri" Semoga saja melalui film ini dapat menarik antusias para wisatawan mancanegara untuk mengunjungi wisata spiritual yang tersebar di seluruh tanah air tercinta ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar