Hari minggu adalah hari yang ditunggu-tunggu sebagian orang, apalagi bagi mereka yang mempunyai rutinitas kerja dari senin sampai sabtu sudah tentu merindukan hari libur, walau hanya sehari waktu yang dimiliki untuk mengisi libur pasti akan digunakan sebaik mungkin.
Demikian juga dengan saya, niat sudah ditetapkan pada malam hari bahwa esok pagi ingin berolahraga di alun-alun selatan kota Yogyakarta yang lebih terkenal dengan sebutan Alkid (alun-alun kidul). Pagi-pagi sekali teman sekamar saya sudah siap dengan sepedanya, Ia akan bersepeda hingga UGM di utara kota ini, wah jauh sekali pikirku, sayangnya sepeda yang kami miliki cuma satu, akhirnya aku memutuskan akan berlari pagi saja di sekitar alun-alun, kebetulan juga pemain drum di grup band saya sedang menginap malam ini, dan memang penasaran karena belum pernah sepagi itu Ia bangun dan berolahraga di hari minggu.
Pagi itu rupanya sudah banyak yang berolahraga, disisi jalan pun para penjual makanan sedang bersiap-siap membuka dagangannya, ada yang berjualan soto mie, bubur ayam, susu segar dll.
Dan kami pun berpisah dengan teman yang memang ingin bersepeda dan berjanji akan bertemu kembali di alun-alun setelah agak siang. Rupanya tak hanya manusia saja yang membutuhkan olahraga, ternyata binatang pun juga, beberapa orang terlihat asyik mengajak binatang kesayangnya untuk berlari, memang kebanyakan binatang yang diajak olahraga pagi itu adalah anjing dengan berbagai macam jenis dari yang lucu imut-imut hingga yang bertampang seram sekali.
Setelah berkeliling lebih dari 10 itaran, rupanya kaki ini sudah tak kuat lagi hingga akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat sejenak untuk menikmati susu sapi segar yang dijual dipinggir jalan seharga 3500 rupiah segelas besar, wah betapa murahnya kota ini, gumamku.
Tak berapa lama kemudian temanku yang bersepeda datang, lalu kami pun sepakat untuk pergi mencari sarapan pagi itu, karena temanku si penggebuk drum yang satu ini memang tak tahan lapar hehehehe setelah berunding sejenak, akhirnya kami memutuskan untuk mencari bubur ayam dan nasi uduk, lalu berjalanlah kami ke arah pulang tepat disisi jalan Panjaitan ada sebuah warung penjual bubur ayam dan nasi uduk, rupanya tak salah teman saya yang satu ini soal kuliner, karena Ia lebih tahu dan pernah makan disitu.
Aku pun memesan nasi uduk dan dua orang teman saya makan bubur ayam, hmmm....nasi uduk yang lumayan lezat ini mengingatkanku akan kampung halaman nun disana, dulu biasanya ibuku paling jago membuatnya.
Kenangan demi kenangan pun terlintas dalam benak, ingin rasanya pulang ke rumah, rumah yang selalu hangat menerimaku, tempat dimana aku dibesarkan, tumbuh dan berkembang, namun kutepis itu semua karena aku memiliki tujuan dan impian dikota ini yang akan kuwujudkan secara perlahan, memang aku aku seorang anak yang sejak kecil selalu mandiri jarang meminta uang terhadap kedua orangtuaku, maafkan anakmu ya bu suatu saat nanti aku pasti pulang tuk menjengukmu dan membahagiakanmu......
Itulah minggu pagiku di tahun 2013 ini.......mudah-mudahan menjadi kegiatan rutin yang akan selalu kurindukan bila akhir pekan datang menjelang.
:)
Bagi saya 'tempat sampah' ini tempat untuk membuang segala keluh-kesah yg selalu resah di dalam pikiran, terkadang kita menemukan barang yang baik dalam sebuah tempat sampah entah karena terbuang atau sengaja dibuang oleh si pemiliknya. Maka semoga di dalam 'tempat sampah' ini anda pun menemukan hal sebagaimana barang yg baik bagi anda yg sengaja kubuang atau memang terbuang olehku.....Selamat mengorek-ngorek isi 'Tempat Sampah' ini...!!!
Minggu, 06 Januari 2013
Sabtu, 05 Januari 2013
Sagitarius dan Cancer dilanda kejenuhan
Teruntuk Sagitarius....
Pagi itu cuaca agak berkabut, jalan-jalan pun agak sepi, hanya terlihat segelintir orang yang hendak berangkat menunaikan ibadah. Diantara keheningan aku dan kamu bertengkar, entah karena apa aku pun tak mengerti. Mungkin memang benar kejenuhan itu ada saatnya, saat ia datang melanda hampir pasti selalu diakhiri dengan pertengkaran yg tiba-tiba saja selalu hadir menyertai.Dan pagi yang hening itu kamu memaksakan diri untuk berjalan pergi meninggalkan aku, walaupun aku sudah memaksa untuk menemani, akan tetapi kamu bersikeras untuk berjalan sendiri. Dan aku pun terpaksa meluluhkan keinginan itu dengan berat hati, dengan langkah gontai aku kembali. Ingin rasanya melompat dari tempat itu, namun aku rasa aku berdosa bila melakukan itu.
Menangislah aku sepanjang jalan pulang walau tak meraung-raung seperti anak kecil yang tak mendapatkan apa yang diinginkannya. Aku masih menoleh melihatmu berjalan sampai ujung jalan namun dirimu terus saja berlalu meninggalkan pagi itu dengan penuh amarah.
Sungguh menyesal aku meluluskan permintaanmu yang selalu saja kamu lontarkan saat-saat kejenuhan datang melanda. Ketahuilah selama ini tak pernah sekalipun terbesit keinginan dalam hatiku untuk melontarkan kata-kata itu, karena aku orang yang tak pernah ingin mengatakannya terlebih setelah selama ini kita bersama, walaupun perjalinan kita baru intens belakangan ini semenjak kau hadir di kota ini.
Semenjak itu hidupku berubah, aku bukanlah Cancer yang dulu lagi, kini capitku tak tajam seperti dulu aku hanya menyelam dalam luasnya lautan kehidupan bersamamu, walaupun sesekali waktu aku pergi naik ke permukaan menuju tepi pantai hanya untuk bermain dalam gundukan pasir putih yang mengingatkanku saat dahulu saat masih dalam mencari dimana lautan itu berada. Pasir-pasir yang selalu menyesatkanku dengan fatamorgananya karena aku terlahir jauh dari tepi lautan. Ketika aku menyeruak keluar dari pasir yang menyelimuti tubuhku aku merasakan desau angin, merasakan semilirnya menerpa wajahku yang berminyak ini. Aku mencari-cari dimanakah deru ombak itu. Suaranya selalu menggoda setiap saat mendengarnya, mendengar gemuruhnya saat menabrak karang, terlebih saat buihnya menerpa pasir hingga menjadi basah oleh air kehidupan yang asin ini.
Dan kau pun hadir melesakkan busur panahmu yang indah berkilau bagai sinar surya yang selalu menghangatkan tubuh ini dikala dingin. Kau selalu mengajarkanku beribu-ribu kebaikan, kebenaran dan hal lainnya yang selama ini tak pernah kudapatkan dari siapapun. Walau terkadang dalam pelaksanaannya kita masih sering berdebat pepesan kosong, berargumentasi hingga tertawa lepas karena kita pun sadar akan bodohnya kita berdua.
Aku tahu semua itu karena sebuah rasa yang bernama Cinta. Ia yang hadir, tumbuh dan berkembang diantara kita selama ini selalu penuh dengan warna. Indah memang, bagai pelangi yang menghiasi langit di senja hari setelah hujan reda. Kini sang Cinta pun telah jenuh, butuh penyegaran kembali agar kelak mampu membakar dinginnya suasana yang membekukan hati.
Duhai Sagitariusku aku tahu kau pun merasakan apa yang aku rasakan, menyesal memang menyesal, namun semua sudah terjadi, kau telah cabut anak panah itu dari diriku. Aku hanya meringis menahan sakit, sakit yang memang harus aku rasakan, agar aku tahu bagaimana rasanya bila anak panah yang telah menancap dalam selama 3 tahun lebih itu dicabut dari tempatnya semula.
Kini kau pun tenggelam dalam diam seribu bahasa, tak mau bicara lagi denganku, mungkin memang sudah tak perlu lagi dibicarakan, sudah basi katamu. Biarlah waktu yang menjawab semua itu, bila hari ini kau tak lagi bicara denganku, mungkin esok, lusa atau suatu saat nanti.
Satu hal yang perlu kau ketahui dengan pasti aku takkan pernah berhenti mencintaimu sepanjang hidupku, kelak aku akan datang menemuimu untuk menyerahkan diriku dan hatiku padamu, entah butuh waktu berapa lama aku tak perduli, walaupun butuh waktu sepanjang hidupku. aku tak meminta apapun dari dirimu, aku tak meminta kamu melakukan apa yang tak kamu kehendaki, aku hanya ingin mencintaimu apa adanya, dirimu seutuhnya tanpa perlu ada yang berubah oleh sebuah kehendak dariku.
kelak.....jika aku akan datang menemuimu, kuharap anak panahmu masih berkilau bagai saat itu....
Jogja, January, 06, 2013
aku yang tak pernah mencapitmu,
Cancer
Jumat, 04 Januari 2013
Welcome to 2013
Tak terasa waktu pun berlalu dan tahun pun berganti, kini di awal 2013 aku mulai kembali belajar menuliskan apa pun yg kualami melalui lembar putih ini. Apa yang telah berlalu seharusnya menjadi pelajaran yang bisa membuatku untuk merenungi hidup ini.
Hidup memang penuh dengan warna-warni, kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi dikemudian hari. Segala sesuatu pasti ada kaitannya dengan apa yang telah kita perbuat maupun kita alami, semoga saja di tahun ini apa yang telah kuimpikan dapat menjadi kenyataan, sudah waktunya untukku memulai segalanya kembali kepermulaan, aku pun hanya bisa berusaha menjadi lebih baik lagi walaupun memang butuh waktu dan banyak kendala dalam perjalannya, tapi aku yakin suatu saat nanti aku pasti dapat meraihnya.
Mimpi memang tak mudah dibeli, tapi mimpi selalu indah untuk dihadirkan dalam tidur malam ini, melalui mimpi juga aku dapat melihat apa yang tak kulihat di dunia nyata ini.
Selamat malam 2013 dan selamat tinggal 2012 semoga tahun ini semuanya akan menjadi kenyataan yang dapat aku nikmati, rasakan dan syukuri, bukan lagi mimpi yang tak terbeli.
Have to work hard and play hard......I know I can do it :)
Hidup memang penuh dengan warna-warni, kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi dikemudian hari. Segala sesuatu pasti ada kaitannya dengan apa yang telah kita perbuat maupun kita alami, semoga saja di tahun ini apa yang telah kuimpikan dapat menjadi kenyataan, sudah waktunya untukku memulai segalanya kembali kepermulaan, aku pun hanya bisa berusaha menjadi lebih baik lagi walaupun memang butuh waktu dan banyak kendala dalam perjalannya, tapi aku yakin suatu saat nanti aku pasti dapat meraihnya.
Mimpi memang tak mudah dibeli, tapi mimpi selalu indah untuk dihadirkan dalam tidur malam ini, melalui mimpi juga aku dapat melihat apa yang tak kulihat di dunia nyata ini.
Selamat malam 2013 dan selamat tinggal 2012 semoga tahun ini semuanya akan menjadi kenyataan yang dapat aku nikmati, rasakan dan syukuri, bukan lagi mimpi yang tak terbeli.
Have to work hard and play hard......I know I can do it :)
Kamis, 30 Agustus 2012
Sadjak Hari Ini
Hari ini, kami mengenang kepergianmu
Hari ini, kami menolak melupakanmu
Hari ini, kami melakukan aksi untukmu
Hari ini.....
Hari ini dan hari ini.....
Kita semua masih berdiri menentang ketidakadilan
Kita semua masih saja merasa ketakutan
Kita semua masih mencari harapan
Esok hari, mereka mencoba mengintimidasi
Esok hari, mereka mencoba melupakan
Esok hari, mereka mencoba memusnahkan
Esok hari.....
Esok hari dan esok hari.....
Kita akan tenggelam dalam angan
Kita akan kembali dalam khayalan
Kita semua akan mati.....entah kapan
Hari ini atau esok.....Kita tak tau pasti
Hanya satu yang pasti....Teruslah Bertahan......!!!
Jogja, 30 Agustus 2012
Hari ini, kami menolak melupakanmu
Hari ini, kami melakukan aksi untukmu
Hari ini.....
Hari ini dan hari ini.....
Kita semua masih berdiri menentang ketidakadilan
Kita semua masih saja merasa ketakutan
Kita semua masih mencari harapan
Esok hari, mereka mencoba mengintimidasi
Esok hari, mereka mencoba melupakan
Esok hari, mereka mencoba memusnahkan
Esok hari.....
Esok hari dan esok hari.....
Kita akan tenggelam dalam angan
Kita akan kembali dalam khayalan
Kita semua akan mati.....entah kapan
Hari ini atau esok.....Kita tak tau pasti
Hanya satu yang pasti....Teruslah Bertahan......!!!
Jogja, 30 Agustus 2012
Selasa, 08 Mei 2012
Jogjanesia Views: Angkringan=Jogja
Jogjanesia Views: Angkringan=Jogja: Foto dipinjam dari Yogyes.com Gerobak beratap terpal ini ada di tiap sudut kota Jogja, siang maupun malam. Ada banyak orang mengerubungin...
Minggu, 06 November 2011
Burungku Sedang Sakit
Garudaku kini tak lagi tajam menatap, kepak sayapnya pun tak segagah dulu.
Cakarnya yg kokoh kini mulai rapuh, tak mampu lagi menggenggam secarik tulisan itu.
Orang-orang pun perlahan memalingkan wajah darimu, kini gambarmu pun tak lagi menghiasi setiap rumah mereka.
Janganlah bersedih hai garudaku, kau masih ada disetiap hati berjuta-juta rakyatmu yang sejak dulu tak pernah merasakan kemakmuran dan keadilan dari negeri yang kaya akan sumber daya alam ini.
Mari kita tunjukkan pada dunia bahwa, sebenarnya kita mampu...!!!!
Biar mereka tahu bahwa sesungguhnya masyarakat yang adil dan beradab itu adalah kita. Bukan Mereka, bukan pula barat atau timur. Sesungguhnya yang mereka tunjuk barat itu adalah timur terjauh dan barat yang kita agung-agungkan adalah timur terjauh juga. masihkah kita bangga akan barat? sedangkan mereka selalu membunuh siapapun yang menguak kebenaran karena sesungguhnya mereka takut kejahatannya pun akan terkuak pula setelahnya. Seperti nasib seorang galileo yang mati hanya karena membuktikan bahwa dunia ini bulat yang sesungguhnya bila kita menelusuri jalan ke arah barat kita akan kembali ke timur. seperti lingkaran dimana titik awal sama dengan titik akhir.
Bila saja negeri yang makmur ini mau pelit mereka akan kelaparan baik itu eropa maupun amerika, terlebih afrika. Sejarah mencatat sejak dulu negeri ini telah menjadi ajang perebutan bangsa-bangsa kapitalis dan imperialis karena mereka berusaha menguasai sumber daya alam yang tak ada duanya di belahan dunia manapun. Sejak tahun 1800-an hingga kini mereka masih ingin menjajah bangsa ini dengan dalih apapun...!!!
lihat saja sekeliling kita mereka telah menancapkan kuku-kuku mereka di Malaysia, Singapura, Philipina, Australia bahkan Timor Leste yang dahulu bagian dari negeri ini kini telah mereka kuasai. Sebaiknya kita kembali memaknai dalam-dalam arti dari "Bhineka Tunggal Ika" dan mulai mengaplikasikan ke bentuk yang nyata dalam hidup kita.
Bukankah para pendiri republik ini mengatakan "Proklamasi kemerdekaan hanyalah sebuah jembatan dari kemerdekaan yang sesungguhnya yaitu kerakyatan yang adil, makmur dan sejahtera" kemerdekaan yang sesungguhnya belum kita raih. Kemerdekaan yang masih jauh dari harapan dan impian para pejuang yang telah gugur demi mempertahankan bangsa ini dari para penjajah. Kini, jembatan yang telah dibangun mulai rapuh dan goyang dimakan zaman. Kini kita semua ikut merapuhkan jembatan itu secara perlahan dan pasti tanpa kita sadari dengan mengalihkan wajah kita yang tak mengetahui bahwa burung kita sedang sakit komplikasi yang takkan kita ketahui hanya dengan memandang gambarnya yg terlihat masih kokoh.
Didadanya pun masih menempel erat simbol-simbol kekayaan negeri ini yang sedang digerogoti oleh kaum kapitalis dari dalam sehingga kita hanya menyaksikan luarnya saja yg utuh sedang dalamnya telah keropos.
Penjajah itu telah berganti wajah dengan menggunakan sebagian pribumi yang mau dijadikan kedok bagi keserakahan perbuatan mereka.
Kini mereka sedang mencoba melerai huruf per-huruf dari kalimat sakti yang selama ini dipegang erat genggaman cakarnya yg tajam....
Burungku semoga kau cepat sembuh........
Cakarnya yg kokoh kini mulai rapuh, tak mampu lagi menggenggam secarik tulisan itu.
Orang-orang pun perlahan memalingkan wajah darimu, kini gambarmu pun tak lagi menghiasi setiap rumah mereka.
Janganlah bersedih hai garudaku, kau masih ada disetiap hati berjuta-juta rakyatmu yang sejak dulu tak pernah merasakan kemakmuran dan keadilan dari negeri yang kaya akan sumber daya alam ini.
Mari kita tunjukkan pada dunia bahwa, sebenarnya kita mampu...!!!!
Biar mereka tahu bahwa sesungguhnya masyarakat yang adil dan beradab itu adalah kita. Bukan Mereka, bukan pula barat atau timur. Sesungguhnya yang mereka tunjuk barat itu adalah timur terjauh dan barat yang kita agung-agungkan adalah timur terjauh juga. masihkah kita bangga akan barat? sedangkan mereka selalu membunuh siapapun yang menguak kebenaran karena sesungguhnya mereka takut kejahatannya pun akan terkuak pula setelahnya. Seperti nasib seorang galileo yang mati hanya karena membuktikan bahwa dunia ini bulat yang sesungguhnya bila kita menelusuri jalan ke arah barat kita akan kembali ke timur. seperti lingkaran dimana titik awal sama dengan titik akhir.
Bila saja negeri yang makmur ini mau pelit mereka akan kelaparan baik itu eropa maupun amerika, terlebih afrika. Sejarah mencatat sejak dulu negeri ini telah menjadi ajang perebutan bangsa-bangsa kapitalis dan imperialis karena mereka berusaha menguasai sumber daya alam yang tak ada duanya di belahan dunia manapun. Sejak tahun 1800-an hingga kini mereka masih ingin menjajah bangsa ini dengan dalih apapun...!!!
lihat saja sekeliling kita mereka telah menancapkan kuku-kuku mereka di Malaysia, Singapura, Philipina, Australia bahkan Timor Leste yang dahulu bagian dari negeri ini kini telah mereka kuasai. Sebaiknya kita kembali memaknai dalam-dalam arti dari "Bhineka Tunggal Ika" dan mulai mengaplikasikan ke bentuk yang nyata dalam hidup kita.
Bukankah para pendiri republik ini mengatakan "Proklamasi kemerdekaan hanyalah sebuah jembatan dari kemerdekaan yang sesungguhnya yaitu kerakyatan yang adil, makmur dan sejahtera" kemerdekaan yang sesungguhnya belum kita raih. Kemerdekaan yang masih jauh dari harapan dan impian para pejuang yang telah gugur demi mempertahankan bangsa ini dari para penjajah. Kini, jembatan yang telah dibangun mulai rapuh dan goyang dimakan zaman. Kini kita semua ikut merapuhkan jembatan itu secara perlahan dan pasti tanpa kita sadari dengan mengalihkan wajah kita yang tak mengetahui bahwa burung kita sedang sakit komplikasi yang takkan kita ketahui hanya dengan memandang gambarnya yg terlihat masih kokoh.
Didadanya pun masih menempel erat simbol-simbol kekayaan negeri ini yang sedang digerogoti oleh kaum kapitalis dari dalam sehingga kita hanya menyaksikan luarnya saja yg utuh sedang dalamnya telah keropos.
Penjajah itu telah berganti wajah dengan menggunakan sebagian pribumi yang mau dijadikan kedok bagi keserakahan perbuatan mereka.
Kini mereka sedang mencoba melerai huruf per-huruf dari kalimat sakti yang selama ini dipegang erat genggaman cakarnya yg tajam....
Burungku semoga kau cepat sembuh........
Selasa, 31 Mei 2011
Beragam Ide Penulisan Cerpen
Semua orang pasti pernah membaca sebuah cerpen. Anda dapat menemukan cerpen di media cetak,
seperti koran dan majalah. Bahkan, Anda memiliki sebuah buku kumpulan cerpen dari pengarang
yang menjadi idola Anda.
Bagi sebagian orang, membaca cerpen memang merupakan bagian dari kegiatan dalam mengisi
waktu luang atau santai. Akan tetapi, pernahkah terbesit dalam hati Anda untuk menulis
cerpen sendiri?
Menulis memang sebuah kegiatan yang susah-susah gampang. Apalagi dalam menulis cerpen.
Salah satu kendala dalam menulis cerpen adalah menentukan ide penulisan cerpen (ide
cerita). Ide cerita untuk menulis cerpen sangat banyak. Ide itu bisa Anda dapatkan dalam
sekali duduk. Anda dapat menemukan ide melalui cara-cara berikut ini.
Pengalaman Pribadi
Ide penulisan cerpen dapat diambil dari pengalaman pribadi. Coba ingat-ingat kembali
pengalaman yang pernah Anda alami. Pengalaman masa kecil atau pengalaman setelah dewasa,
baik pengalaman yang menyenangkan maupun yang menyedihkan.
Bisa juga dengan pengalaman unik dan lucu yang pernah Anda alami. Misalnya, Anda salah
memakai kostum saat menghadiri acara pesta pernikahan atau acara-acara resmi lainnya.
Kemudian, untuk menutupi rasa malu, Anda melakukan sebuah tindakan yang bisa menutupi rasa
malu Anda.
Pengalaman Orang Lain
Seperti halnya pengalaman pribadi, pengalaman orang lain dapat dijadikan ide penulisan
cerpen. Coba Anda tanya orang-orang terdekat, seperti saudara atau teman, apakah mereka
memiliki pengalaman yang unik, lucu, menyedihkan, atau menyenangkan. Kadang, pengalaman
orang lain lebih menarik atau lebih tragis daripada pengalaman pribadi atau sebaliknya.
Peristiwa di Sekitar
Coba amati lingkungan sekitar Anda, seperti di rumah, tetangga, jalan raya, lapangan bola,
pasar, sekolah, kantor, dan lain-lain. Ide kadang muncul dari hal-hal kecil yang sederhana.
Namun, dari ide kecil tersebut dapat berkembang menjadi sebuah cerita yang luar biasa.
Dengan mengamati lingkungan sekitar, Anda sekaligus dapat mengamati berbagai karakter
orang. Hal ini berguna untuk menentukan watak atau karakter tokoh yang ada dalam cerpen.
Coba Anda amati bagaimana karakter seorang guru, pedagang bakso, dan lain-lain.
Menuangkan Ide
Setelah ide penulisan cerita ditentukan, mulailah menulis. Apa yang harus pertama ditulis?
Tuliskanlah kata pertama yang ada di pikiran Anda yang berkaitan dengan ide cerita.
Tuliskan saja apa yang ada di pikiran Anda apa adanya. Jangan takut salah dengan susunan
kalimat, yang penting Anda mampu menuliskan satu paragraf terlebih dahulu. Tuliskan apa
yang Anda ingat saat peristiwa atau pengalaman itu terjadi. Tuliskan rangkaian demi
rangkaian peristiwa yang pernah Anda alami.
Setelah mampu menuliskan rangkaian peristiwa, coba Anda tentukan siapa tokoh dan bagaimana
karakternya. Apakah tokoh yang ada dalam cerita itu Anda atau orang lain?
Biasanya, tokoh dalam sebuah cerpen tidak banyak, bahkan bisa hanya ada satu tokoh. Kenali
tokoh utama dengan baik. Munculkan karakter tokoh dengan watak biasa atau luar biasa sesuai
dengan kebutuhan dalam cerita. Watak tokoh bisa bersifat protagonis atau antagonis.
Meskipun ide penulisan cerpen diambil dari kisah nyata Anda atau orang lain, Anda bebas
menentukan atau mengubah cerita selanjutnya.
Selanjutnya, munculkan konflik yang akan dihadapi tokoh. Buatlah konflik dalam sebuah
cerpen yang sederhana dan ringan. Jika perlu, berikan kejutan-kejutan menarik dalam
konflik. Akhiri cerita dengan ending yang mengejutkan pula agar cerita yang Anda buat
berkesan bagi pembaca.
Tentunya, kemampuan setiap orang berbeda dalam meramu sebuah ide cerita. Salah satu cara
terbaik agar mampu meramu ide cerita menjadi sebuah cerpen adalah dengan banyak berlatih
dan berlatih.
Lakukan langkah tersebut terus menerus agar Anda terbiasa menulis. Semakin rajin Anda
berlatih, keterampilan menulis Anda akan terasah dengan baik. Untuk gaya penulisan, Anda
dapat meniru atau belajar dari pengarang cerpen yang terkenal. Selanjutnya, Anda harus
memiliki gaya penulisan sendiri yang bisa menjadi ciri khas Anda dalam penulisan cerpen.
Tips menuangkan ide penulisan cerpen dari pengalaman pribadi atau kisah nyata
* Pilih pengalaman atau kisah nyata yang paling berkesan.
* Pilih bagian penting dari pengalaman atau kisah tersebut.
* Gali dan kembangkan bagian tersebut sesuai selera Anda.
* Munculkan kejutan-kejutan menarik.
* Menulislah dengan santai tanpa beban.
Selamat mencoba!
sumber; http://www.anneahira.com/
seperti koran dan majalah. Bahkan, Anda memiliki sebuah buku kumpulan cerpen dari pengarang
yang menjadi idola Anda.
Bagi sebagian orang, membaca cerpen memang merupakan bagian dari kegiatan dalam mengisi
waktu luang atau santai. Akan tetapi, pernahkah terbesit dalam hati Anda untuk menulis
cerpen sendiri?
Menulis memang sebuah kegiatan yang susah-susah gampang. Apalagi dalam menulis cerpen.
Salah satu kendala dalam menulis cerpen adalah menentukan ide penulisan cerpen (ide
cerita). Ide cerita untuk menulis cerpen sangat banyak. Ide itu bisa Anda dapatkan dalam
sekali duduk. Anda dapat menemukan ide melalui cara-cara berikut ini.
Pengalaman Pribadi
Ide penulisan cerpen dapat diambil dari pengalaman pribadi. Coba ingat-ingat kembali
pengalaman yang pernah Anda alami. Pengalaman masa kecil atau pengalaman setelah dewasa,
baik pengalaman yang menyenangkan maupun yang menyedihkan.
Bisa juga dengan pengalaman unik dan lucu yang pernah Anda alami. Misalnya, Anda salah
memakai kostum saat menghadiri acara pesta pernikahan atau acara-acara resmi lainnya.
Kemudian, untuk menutupi rasa malu, Anda melakukan sebuah tindakan yang bisa menutupi rasa
malu Anda.
Pengalaman Orang Lain
Seperti halnya pengalaman pribadi, pengalaman orang lain dapat dijadikan ide penulisan
cerpen. Coba Anda tanya orang-orang terdekat, seperti saudara atau teman, apakah mereka
memiliki pengalaman yang unik, lucu, menyedihkan, atau menyenangkan. Kadang, pengalaman
orang lain lebih menarik atau lebih tragis daripada pengalaman pribadi atau sebaliknya.
Peristiwa di Sekitar
Coba amati lingkungan sekitar Anda, seperti di rumah, tetangga, jalan raya, lapangan bola,
pasar, sekolah, kantor, dan lain-lain. Ide kadang muncul dari hal-hal kecil yang sederhana.
Namun, dari ide kecil tersebut dapat berkembang menjadi sebuah cerita yang luar biasa.
Dengan mengamati lingkungan sekitar, Anda sekaligus dapat mengamati berbagai karakter
orang. Hal ini berguna untuk menentukan watak atau karakter tokoh yang ada dalam cerpen.
Coba Anda amati bagaimana karakter seorang guru, pedagang bakso, dan lain-lain.
Menuangkan Ide
Setelah ide penulisan cerita ditentukan, mulailah menulis. Apa yang harus pertama ditulis?
Tuliskanlah kata pertama yang ada di pikiran Anda yang berkaitan dengan ide cerita.
Tuliskan saja apa yang ada di pikiran Anda apa adanya. Jangan takut salah dengan susunan
kalimat, yang penting Anda mampu menuliskan satu paragraf terlebih dahulu. Tuliskan apa
yang Anda ingat saat peristiwa atau pengalaman itu terjadi. Tuliskan rangkaian demi
rangkaian peristiwa yang pernah Anda alami.
Setelah mampu menuliskan rangkaian peristiwa, coba Anda tentukan siapa tokoh dan bagaimana
karakternya. Apakah tokoh yang ada dalam cerita itu Anda atau orang lain?
Biasanya, tokoh dalam sebuah cerpen tidak banyak, bahkan bisa hanya ada satu tokoh. Kenali
tokoh utama dengan baik. Munculkan karakter tokoh dengan watak biasa atau luar biasa sesuai
dengan kebutuhan dalam cerita. Watak tokoh bisa bersifat protagonis atau antagonis.
Meskipun ide penulisan cerpen diambil dari kisah nyata Anda atau orang lain, Anda bebas
menentukan atau mengubah cerita selanjutnya.
Selanjutnya, munculkan konflik yang akan dihadapi tokoh. Buatlah konflik dalam sebuah
cerpen yang sederhana dan ringan. Jika perlu, berikan kejutan-kejutan menarik dalam
konflik. Akhiri cerita dengan ending yang mengejutkan pula agar cerita yang Anda buat
berkesan bagi pembaca.
Tentunya, kemampuan setiap orang berbeda dalam meramu sebuah ide cerita. Salah satu cara
terbaik agar mampu meramu ide cerita menjadi sebuah cerpen adalah dengan banyak berlatih
dan berlatih.
Lakukan langkah tersebut terus menerus agar Anda terbiasa menulis. Semakin rajin Anda
berlatih, keterampilan menulis Anda akan terasah dengan baik. Untuk gaya penulisan, Anda
dapat meniru atau belajar dari pengarang cerpen yang terkenal. Selanjutnya, Anda harus
memiliki gaya penulisan sendiri yang bisa menjadi ciri khas Anda dalam penulisan cerpen.
Tips menuangkan ide penulisan cerpen dari pengalaman pribadi atau kisah nyata
* Pilih pengalaman atau kisah nyata yang paling berkesan.
* Pilih bagian penting dari pengalaman atau kisah tersebut.
* Gali dan kembangkan bagian tersebut sesuai selera Anda.
* Munculkan kejutan-kejutan menarik.
* Menulislah dengan santai tanpa beban.
Selamat mencoba!
sumber; http://www.anneahira.com/
Langganan:
Postingan (Atom)